Alasan Ilmiah Mengapa Kita Sulit Membedakan Wajah Orang Korea

Kinipaham – Bagi sebagian orang awam—terutama yang bukan penggemar seni hiburan Korea Selatan (Korsel), membedakan wajah personel idol group seperti BTS atau Blackpink merupakan perkara sulit. Sebab, seluruhnya dirasa memiliki bentuk muka yang mirip. Lantas, bagaimana sains menjelaskan hal tersebut?

Beberapa orang yang tak benar-benar paham mengatakan, operasi plastik atau oplas menjadi alasan utama mengapa wajah orang-orang Korea sulit sekali dibedakan. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Kesulitan kita membedakan wajah orang Korea—dan negara lainnya dipengaruhi dari other-race effect atau efek ras lain. Itulah mengapa, kita tak mampu membedakan atau mengidentifikasi muka orang-orang yang berasal dari ras berbeda.

Foto: Talentrecap.com

Sebenarnya, secara ras, Korea Selatan dan Indonesia tak terlalu jauh berbeda. Jika kebanyakan masyarakat kita berasal dari ras Malayan-mongoloid, maka mereka Asiatic-mongoloid. Perbedaan utamanya terletak pada bentuk wajah yang lebih melonjong.

Alasan Ilmiah Sulit Membadakan Wajah Orang Korea

Dalam penelitian yang dilakukan Heather Lucas dari Cognitive Neuroscience Laboratory di Northwestern University yang dikutip The Guardian, gejala kesukaran mengidentifikasi wajah ras lain dipengaruhi aktivitas dalam otak bernama N200 potential yang ada di lobus frontal. Fungsinya untuk melakukan pengkodean visual.

Pada percobaan yang dilakukan Lucas, 18 mahasiswa wanita kulit putih ditunjukkan foto-foto berwarna dari wajah pria dewasa berkulit putih, hitam, Hispanik dan Asia Timur dan Selatan yang disajikan secara acak.

Ketika diminta mengingat, para peserta lebih akurat mengenali wajah dari ras mereka sendiri ketimbang yang berasal dari ras lain. Menurut Lucas, keakuratan ini berhubungan dengan respons N200 dalam otak.

Luca menduga, hal itu terjadi lantaran orang-orang dari ras yang sama sering bertemu, sehingga kekhasan wajah bisa lebih mudah dikenali. Intinya, ingatan seseorang akan wajah yang berbeda ras dan jarang ditemui cenderung sangat lemah.

Foto: Imgur.

Robert Caldara dari University of Glasgow mengatakan, respon pengenalan wajah berhubungan dengan bagian otak bernama N170. Ketika seseorang bertemu dengan sosok asing, aktivitas di bagian otak ini tinggi dan aktivitas berkurang ketika sosok asing itu sering ditemui.

Sementara pada studi berjudul Influence of Environment on Identification of Persons and Things yang terbit puluhan tahun lalu, Gustave A. Feingold menduga, secara umum wajah orang yang berasal dari ras berbeda selalu terlihat sama. Sebab, ada kecenderungan ketika menilai ras lain, manusia berkaca pada dirinya sendiri.

Jadi, sekarang kita sama-sama tahu, bukan efek operasi plastik yang membuat orang Indonesia tak mampu membedakan wajah para bintang di Korea.

Copy

Advertise