Jangan Salah, Elon Musk Bukan Pendiri Tesla

Kinipaham – Kebanyakan kita menduga, Elon Musk yang saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) merupakan pendiri perusahaan Tesla. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Bahkan, dia sama sekali tak terlibat dalam perumusan serta pembuatan mobil listrik pertama Tesla.

Disitat dari CNBC International, Elon Musk merupakan CEO ke-4 Tesla yang mulai menjabat pada 2008 lalu. Lantas, pertanyaannya, siapa sebenarnya pendiri perusahaan asal Amerika Serikat tersebut?

Elon Musk memang berinvestasi, mengawasi pertumbuhan, menambahkan bisnis tenaga surya dan mendorong teknologi mobil otonom atau self-driving di Tesla. Namun, perlu dipahami, pencipta atau pendiri pertama Tesla adalah Martin Eberhard dan Marc Tarpenning.

Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Foto: Insider.
Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Foto: Insider.

Eberhard dan Tarpenning mendirikan Tesla di California pada pertengahan 2003. Kala itu, perkembangan mobil listrik di dunia belum semasif sekarang, bahkan terkesan jarang. Namun, keduanya tak lekas menyerah dan terus berupaya melahirkan produk pertama Tesla.

Keduanya pertama kali bertemu Elon Musk di suatu forum yang berisikan anggota Mars Society, dan terikat melalui kecintaan mereka terhadap eksplorasi ruang angkasa. Pertemuan tersebut bahkan sebelum Elon memulai perusahaan roketnya, SpaceX.

Elon Musk gabung Tesla

Pada mulanya, Eberhard dan Tarpenning mampu membiayai bisnisnya secara mandiri, alias tanpa campur tangan pihak lain. Namun, lama-lama mereka kedodoran dan butuh bantuan dana untuk memajukan perusahaan. Itulah mengapa, mereka berupaya mendatangkan investor besar untuk memimpin putaran pendanaan Seri A.

Ian Wright pun selanjutnya bergabung dan disusul JB Straubel. Lalu, tak lama berselang—atau tepatnya pertengahan 2004, Eberhard mendatangkan Elon Musk ke Tesla.

Sejak saat itu, Elon memimpin dua putaran pendanaan dan ikut memimpin pendanaan ketiga sebelum kendaraan produksi pertama Tesla, Roadster diluncurkan pada tahun 2006.

Elon Musk bersama Tesla Roadster. Foto: Shopify.
Elon Musk bersama Tesla Roadster. Foto: Shopify.

Namun, menariknya, setehun setelahnya, Ebenhard diturunkan dari jabatannya sebagai CEO hingga membuatnya pergi dari perusahaan bersama Tarpenning. Sejak saat itu, Elon mengambil peran utama di perusahaan.

Tuntutan Hukum

Eberhard kemudian menuntut Elon dan Tesla atas dugaan kasus pencemaran nama baik, fitnah, dan pelanggaran kontrak. Eberhard menuduh Tesla telah mencoba “menulis ulang sejarah” dengan mengambil posisinya sebagai pendiri.

Namun, dia akhirnya mengurungkan niat tersebut setelah mendapat solusi yang dirasa memuaskan.

Sementara, di tempat lain, Tarpenning mengaku masih berbicara dengan Elon sesekali. Ia berkisah, bahwa dirinya mengundurkan diri dari Tesla saat mereka sedang mengembangkan sedan Model S. Meski demikian, Tarpenning sama sekali tak merasa menyesal.

“Semuanya luar biasa dari awal hingga akhir. Itu, Anda tahu, yang terburuk dan terbaik. Dan itu berhasil dengan baik.” Kata Tarpenning.

Kini, di bawah komando Elon Musk, Tesla menjelma menjadi perusahaan mobil listrik dengan valuasi atau nilai pasar tertinggi di dunia.

Copy

Advertise