Duduk Seharian Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

Kinipaham – Selama pandemi Covid-19 menyerang dunia, ada sejumlah kebiasaan dan gaya hidup manusia yang mendadak berubah. Salah satunya, sebagian orang menjadi lebih sering duduk ketimbang berdiri dan melakukan kegiatan fisik.

Padahal, studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Sport Sciences for Health menyatakan, terlalu sering duduk di rumah saat pandemi bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.

Seperti yang sama-sama kita tahu, dengan lebih sedikit aktivitas yang harus dilakukan dan lebih banyak orang yang tinggal di rumah, orang-orang semakin banyak duduk. Pada penelitian tersebut, para ilmuwan ingin melihat bagaimana waktu duduk dan aktivitas fisik berdampak pada kesehatan mental.

Ilustrasi cemas dan stres. Foto: Antara.
Ilustrasi cemas dan stres. Foto: Antara.

Mereka melibatkan hampir 300 orang dewasa untuk mengisi kuesioner online di mana mereka melaporkan waktu duduk, tingkat olahraga, dan kesehatan mental mereka.

“Meskipun sampel kami hampir 300 sangat aktif, mereka duduk untuk waktu yang lebih lama, dengan lebih dari 50 persen duduk selama lebih dari delapan jam sehari,” penulis studi Liane Azevedo Ph.D. catatan dalam rilis berita, disitat dari Tempo, Sabtu 31 Juli 2021.

Ternyata, peningkatan waktu duduk yang kita lihat sebagai akibat dari pandemi bisa menjadi salah satu hal terbesar yang berdampak negatif pada kesehatan mental.

Bahkan orang-orang yang mendapatkan jumlah olahraga yang disarankan (30 menit per hari) melaporkan kesehatan mental yang memburuk jika mereka duduk lebih dari delapan jam per hari.

Dibandingkan dengan orang-orang yang melaporkan waktu duduk yang tinggi, mereka yang melaporkan waktu duduk yang rendah (terlepas dari tingkat aktivitas mereka) memiliki “skor depresi yang jauh lebih rendah” dan “skor kesejahteraan yang jauh lebih tinggi,” menurut penelitian tersebut.

Rutin Menggerakkan Tubuh

Azevedo mencatat, jika seseorang duduk lebih dari delapan jam sehari, sebaiknya berolahraga sekitar 60 menit per hari dan mengurangi waktu duduk. Dia menambahkan bahwa efek negatif dari duduk perlu lebih diperhatikan, dan mengurangi waktu duduk harus diadopsi sebagai rekomendasi kesehatan masyarakat.

Intinya, aktivitas fisik tidak dapat sepenuhnya menebus efek negatif dari duduk selama lebih dari delapan jam sehari. Dan bahkan jika seseorang tidak memenuhi kriteria latihan yang disarankan, mengurangi waktu duduk dapat membuat perbedaan besar dalam kesehatan mental.

Ilustrasi duduk cemas. Foto: Ist.
Ilustrasi duduk cemas. Foto: Ist.

Azevedo menjelaskan, bahwa aktivitas fisik tidak selalu harus terlihat seperti latihan HIIT atau berlari. “Hanya berjalan-jalan, terutama di area hijau sangat penting. Semua jenis aktivitas moderat memang memiliki manfaat,” katanya, menambahkan penelitian mereka menemukan bahkan kegiatan rekreasi dan berkebun dapat membantu baik secara fisik maupun mental.

Bila seseorang mendapati dirinya duduk sepanjang hari, dan itu berdampak pada kesehatan mental, hal pertama yang perlu dilakukan yakni bangun dan bergerak. Entah itu untuk berkeliling rumah, melakukan peregangan sejenak, dan lainnya. Sebab, selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu diperhatikan.

Copy

Advertise