Tetap Seru tanpa Penonton, Liga Jepang Hadirkan Sorakan Virtual di Stadion

Kinipaham – Remote Cheerer adalah aplikasi terbaru buatan Yamaha yang diharapkan bisa menggantikan kehadiran penonton di stadion olahraga. Aplikasi ini merupakan solusi dari kebijakan pertandingan tanpa penonton untuk mencegah Covid-19 menyebar lagi di Jepang.

Liga sepak bola Jepang atau biasa dikenal dengan J-League sebelumnya akan digelar tanpa penonton agar tidak terjadi penyebaran Covid-19, Yamaha selaku pengembang Remote Cheerer mencetuskan akan meramaikan stadion dengan suara penonton yang menonton dari rumah.

Aplikasi Remote Cheerer bisa di-download dan akan memiliki tampilan sederhana dengan tombol cheers, applause, chants, dan boos. Aplikasi ini diharapkan bisa mengusir atmosfer sepi stadium ketika ada pertandingan sepak bola.

Aplikasi ini telah dites di Shizuoka Stadium Ecopa, para tester berasal dari berbagai penjuru Jepang. Input dari aplikasi Remote Cheerer akan menjadi output suara via 58 pengeras suara yang ada di tribun penonton.

“Kami telah berhasil mereplika kehadiran penonton yang membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih terasa seperti pertandingan pada umumnya,” tukas Yamaha dalam pernyataannya setelah melakukan tes di Shizuoka Stadium Ecopa.

Yamaha mengatakan pihaknya akan mengembangkan aplikasi Remote Cheerer dengan bantuan club Jubilo Iwata dan Shimizu S-Pulse. Yamaha juga berharap Remote Cheerer dapat diaplikasikan ke pertandingan olahraga lain.

“Fans adalah elemen penting dari atmosfer pertandingan. Sebagai mantan pemain bola profesional saya tahu betapa pentingan dukungan fans kepada pemain di lapangan,” kata Jumpei Takaki, Sales Division of S-Pulse.

Langkah yang diambil Jepang untuk menerapkan teknologi Remote Cheerer dinilai lebih baik dibandingkan salah satu klub sepak bola Korea Selatan yang menggantikan penonton dengan sex dolls. Klub sepak bola Korea Selatan itu kemudian dikenakan sanksi oleh K-League selaku penyelenggara liga sepak bola Korea Selatan.

Pertandingan olahraga Jepang akan mulai dijalankan lagi tanpa kehadiran penonton, langkah ini diambil setelah sebelumnya Shinzo Abe mengangkat status tanggap darurat pada hari Senin, 25 Mei 2020. J-League diperkirakan bisa memulai pertandingan di akhir Juni atau awal Juli, keputusan ini berdasarkan kesepakatan dari 58 tim yang berpartisipasi dalam J-League. (SFN)

Copy

Advertise