Tayang 1907, Katsudo Shashin Jadi Anime Pertama di Dunia

Katsudo Shashin merupakan animasi pendek yang diperkirakan sebagai anime pertama di Jepang. Meski bukti yang dikumpulkan masih terbatas, namun tayangan tersebut diprediksi melakoni debutnya pada rentan 1907 hingga 1911 silam.

Hingga sekarang, tak seorang pun yang tahu siapa pembuat asli Katsudo Shashin. Bahkan, film tersebut baru ditemukan di suatu proyektor pribadi di Kyoto pada 2005 silam. Kendati demikian, Katsudo Shashin yang jelas telah ada jauh sebelum animasi perdana Barat tayang di Jepang.

Katsudo Shashin merupakan animasi singkat yang menampilkan anak laki-laki yang sedang menulis kanji lalu melepas topinya dan bersikap hormat. Film tersebut terdiri dari rangkaian kartun sebanyak lima puluh frame strip seluloid dan berlangsung selama tiga detik, dengan kecepatan enam belas frame per detik.

Katsudo Shashin, anime pertama di Jepang.
Katsudo Shashin, anime pertama di Jepang.

Berbeda dengan animasi tradisional pada umumnya, frame tersebut tak dibuat dengan memotret gambar satu per satu, melainkan menggambarkannya langsung pada carik film dengan menggunakan stensil.

Proses tersebut dikerjakan menggunakan kappa-ban, suatu alat yang dirancang untuk menstensilkan salindra lentera ajaib. Gambar-gambar tersebut berwarna merah-hitam di atas strip film 35 mm dengan ujung carik film yang disambung ke pangkalnya agar dapat ditayangkan berulang-ulang.

Penemuan Katsudo Shashin Sebagai Anime Pertama

Pada Desember 2004, Pakar Ikonografi dari Universitas Seni Osaka, Natsuki Matsumoto dihubungi seseorang untuk mengambil sejumlah film dan proyektor dari suatu keluarga di Kyoto. Namun, dia baru bisa mengambil barang tersebut sebulan setelahnya.

Menurut pengakuannya, barang-barang tersebut meliputi tiga proyektor, sebelas film 35 mm, dan tiga belas salindra kaca lentera ajaib. Beberapa bulan setelahnya, dia baru menemukan carik film Katsudo Shashin dalam kondisi memprihatinkan.

Katsudo Shashin, anime pertama di Jepang.
Katsudo Shashin, anime pertama di Jepang.

Berdasarkan bukti yang telah ditemukan, seperti tanggal produksi pada proyektor yang dihimpun bersamanya, Matsumoto dan ahli sejarah animasi Nobuyuki Tsugata memperkirakan, film tersebut kemungkinan besar dibuat antara 1907 dan 1911.

Pada masa itu, bioskop merupakan tempat hiburan yang langka di Jepang, bukti menunjukkan bahwa film itu diproduksi massal untuk dijual kepada orang-orang kaya yang memiliki proyektor pribadi.

Menurut Matsumoto, kualitas film yang relatif buruk dan teknik cetak yang rendah memberi kemungkinan Katsudo Shashin diproduksi perusahaan film kecil. Sayangnya, pencipta film tersebut tidak diketahui hingga sekarang.

Meski memicu sejumlah kotroversi lantaran dianggap tak memenuhi syarat animasi, namun saat ini Katsudo Shashin dianggap sebagai anime pertama di dunia.

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.