Siapa Sangka, 12 Benda di Sekitar Kita Ini Hasil Pengembangan NASA

Kinipaham – Manusia mulai menjelajah luar angkasa pada 4 Oktober 1957, pada tanggal itu Uni Soviet meluncurkan Sputnik 1, benda buatan manusia pertama yang berhasil memasuki zona luar angkasa. Setelah 63 tahun sejak pertama kali menjelajah luar angkasa, banyak teknologi luar angkasa yang masuk ke kehidupan sehari-hari manusia.

Lantas, apa saja? Berikut hasil rangkuman Kinipaham yang dikutip dari berbagai sumber.

  1. Kamera Ponsel

Kamera ponsel dikembangkan pada tahun 1990an oleh tim Jet Propulsion Laboratory (JPL) dengan tujuan membuat kamera kecil beresolusi tinggi yang mampu diselipkan ke baju luar angkasa (spacesuit).

  1. Headset Wireless

NASA mengembangkan teknologi headset tanpa kabel dengan tujuan membuat astronot bisa tetap bekerja sambil berkomunikasi dengan pusat operasional. Kepraktisan headset tanpa kabel membuatnya populer di masyarakat sipil. Headset tanpa kabel ini menjadi alat komunikasi Neil Armstrong ketika mendarat di Bulan dengan kata-kata legendaris, “That’s one step for man, one giant leap for humanity.”

  1. Susu Formula Bayi

Susu formula bayi merupakan hasil dari upaya NASA untuk meriset potensi penggunaan alga sebagai asupan nutrisi bagi astronot yang akan menjelajah luar angkasa dengan waktu yang lama. Keputusan ini diambil dengan harapan bisa menghemat tempat penyimpanan.

  1. Sepatu Atletik

Revolusi pengembangan sepatu atletik yang diberikan oleh NASA kepada masyarakat luas adalah pemanfaatan bantalan penyerap benturan di sol sepatu. Salah satu merk sepatu yang memanfaatkan teknologi ini adalah Nike Air.

  1. Mouse Komputer

Di tahun 1960an peneliti NASA mencoba membuat komputer agar lebih interaktif terhadap penggunanya, salah satu ide yang muncul adalah bagaimana cara memilih data yang tertera di monitor tanpa harus menggunakan keyboard, dari situ maka mouse komputer lahir dan menjadi mainstream seperti yang ada sekarang.

  1. Lampu LED

Light-Emitting Diodes atau LEDs dikembangkan dengan tujuan merawat pertumbuhan tanaman di luar angkasa, tetapi teknologi ini kemudian dikembangan lebih lanjut oleh Quantum Device Inc. menjadi produk WARDP 10 yang dapat digunakan sebagai alat pereda nyeri di persendian dan merilekskan otot.

  1. Lensa Antigores

Lensa Kacamata Antigores bermula ketika salah satu cabang dari NASA, Lewis Research Centre, berusaha mengembangkan kaca sekuat permata yang akan digunakan sebagai kaca di luar angkasa dengan harapan kaca tersebut bisa menahan hantaman benda-benda kecil yang ada di luar angkasa.

  1. Memory Foam

Memory foam sering kita temui di jok kendaraan atau sepatu, teknologi ini lahir dari NASA yang menginginkan bantalan kursi yang nyaman bagi pilot. Tahun 1970an menjadi tahun di mana NASA membuat armada pesawat ulang aliknya, memory foam dipilih menjadi komponen di tempat duduk pilot dan kru pesawat ulang alik.

  1. Kaki Tangan Palsu

Inovasi NASA seperti Memory Foam dan Shock-Absorbtion yang ada di sepatu ternyata menginspirasi pengembangan teknologi kai dan tangan palsu yang nyaman dan dapat digunakan dalam waktu yang lama serta terlihat lebih alami.

  1. Penghisap Debu Portable

Penghisap debu awalnya dikembangkan untuk astronot yang akan ke Bulan, alat ini digunakan agar para astronot bisa mengambil sampel permukaan bulan seperti kerikil, batu, lapisan tanah, dan debu.

  1. Sistem Pemurnian Air

Sistem yang dikembangan bersama beberapa partner NASA ini digunakan untuk memurnikan air seni dan keringat astronot menjadi air minum yang aman dikonsumsi. Sistem ini telah terpasang di International Space Stations (ISS) dan akan digunakan ketika NASA menjalankan misi kembali ke Bulan di masa yang akan datang. Dalam sektor sipil sistem ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi mereka yang tidak memiliki akses ke air bersih.

  1. Pembersih Ranjau Darat

Thiokol Propulsion yang merupakan partner dari NASA menggunakan bahan bakar padat yang tidak terpakai sebagai alat pembersih ranjau darat. Bahan bakar padat ini diubah menjadi flare yang bisa membakar bahan peledak dalam ranjau tanpa meledakannya.

Baca juga: Apa Jadinya kalau Manusia Tinggal di Mars?

NASA yang terus berinovasi dan mengembangkan teknologi baru diharapkan bisa menambah daftar di atas, rasa ingin tahu manusia akan luar angkasa akan terus mendorong manusia untuk mengembangkan teknologi baru bukan hanya untuk melangkah lebih jauh ke angkasa tetapi juga memberikan manfaat kepada manusia di Bumi.

Copy

Advertise