Perseteruan Ahok dan 212 Masuki Babak Baru

Kinipaham – Keputusan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menetapkan nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sebagai salah satu kandidat kepala otoritas di Ibu Kota baru mendapat kecaman dari Mujahid 212. Hal itu menjadi polemik lanjutan dari kasus penistaan agama yang melibatkan pihak yang sama.

Sekretaris Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Novel Bamukmin dalam keterangan tertulis yang dimuat berbagai media nasional menyampaikan, keputusan yang diambil Jokowi merupakan langkah keliru lantaran Ahok memiliki riwayat hukum kurang baik.

“Kami menolak keras Ahok, lantaran fakta-fakta pribadi Ahok merupakan seorang jati diri yang memiliki banyak masalah, Ahok perlu kejelasan hukum atas masa lalunya selaku Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta periode sebelum Anies,” ujar Novel, seperti dikutip Sabtu 7 Maret 2020.

Sosok yang dikenal keras mengkritik pemerintah itu menambahkan, Ahok telah terpapar isu karakter dan tidak dapat dipercaya. Isu itu, kata dia, terkait lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersumber dari bukti autentik yang dikeluarkan BPK. Bahkan menurutnya, kasus penistaan agama merupakan perkara yang sulit dimaafkan.

“Sebelum isu korupsi Ahok terselesaikan secara transparan kepada publik, kami nyatakan kami menolak Ahok tidak terbatas CEO IKN, melainkan juga termasuk minta agar Erick Thohir mencopot Ahok dari posisi Komisaris Pertamina,” terangnya.

Baca juga: ‘Gubernur’ Ibu Kota Baru Bakal Dipilih Jokowi, Ahok Kandidat Terkuat

Novel mengaku, Mujahid 212 telah mengimbau Jokowi menghadap ke sejumlah tokoh nasional seperti mantan TNI atau ABRI sebelum bertemu DPR RI guna membahas masalah tersebut. Jika nanti Ahok tetap terpilih menjadi Kepala Otoritas IKN, Novel mengancam kelompoknya siap menggelar aksi penolakan.

“Kalau sudah positif, Ahok pasti didemo,” kata dia.

Kendati demikian, sejumlah kalangan justru memiliki pendapat berbeda dengan Novel. Misalnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut Ahok memiliki kemampuan memimpin yang baik. Hal itu terlihat saat ia mulai menjabat di kursi Direksi Pertamina.

“Kalau saya boleh cerita malah pak Ahok itu yang menemukan masalah-masalah yang ingin dan sedang diperbaiki Pertamina,” ungkap Luhut.

Copy

Advertise