Ngerinya PPOK, Penyakit Mematikan yang Disebabkan Polusi Udara

Kinipaham – Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), adalah penyakit pernapasan yang menyebabkan seseorang tersiksa karena tersumbatnya saluran udara di paru-paru. Diperkirakan, sekitar 251 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit tersebut. Di Indonesia sendiri, data Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa prevalensi PPOK mencapai 3,7 persen atau sekitar 9,2 juta pasien.

Penyebab utama PPOK adalah merokok, selain merokok ada beberapa faktor lainnya seperti polusi udara dari asap kendaraan, pembakaran sampah dan juga asap kebakaran hutan. Kebanyakan korban dari PPOK adalah pria yang perokok berat.

Baca Juga : Sebelum Corona, Wabah Penyakit Ini Pernah Bunuh Puluhan Juta Orang

Asap dari rokok, kebakaran hutan, dan pembakaran sampah dapat mengendapkan partikel-partikel di saluran pernafasan dan tidak bisa dikeluarkan, pada akhirnya ada reaksi inflomasi radang. Karena pada saat gas-gas masuk ke sistem saluran pernafasan maka diameter saluran nafas kita semakin mengecil dan tidak bisa kembali normal.

Hal ini dapat menjadi komplikasi ke organ lain, seperti gangguan jantung, gangguan susunan saraf pusat dan bisa terjadi karena penyempitan saluran nafas. Ciri-ciri infeksi pada paru adalah demam, dahak bertambah lalu warnanya berubah menjadi hijau kekuningan.

Ketika saluran nafas kita makin mengecil diameternya ditambah masalah produksi dahak yang berlebihan sebagai ciri dari reaksi radang maka membantu menutup saluran nafas yang menyempit kemudian tertutup yang akhirnya terjadi sesak nafas yang lebih berat dan itu disebut sebagai eksaserbasi PPOK.

Baca Juga : Jangan Termakan Hoax, Ini Fakta Sesungguhnya Virus Corona

Gejala Respirasi, seperti sesak, batuk, nyeri dada, batuk berdahak disertai dengan darah, jika infeksinya tbc maka disertai penurunan berat badan yang drastis, cepat sesak, tidak bisa tidur telentang tetapi sifatnya temporer. Kalau PPOK sifatnya permanen karena sudah ada kecacatan di bidang saluran pernafasan dengan timbulnya penyempitan disaluran nafas.

Baca Juga : Bukan Tabrak Gunung ES, Apa Penyebab Tenggelamnya Kapal Titanic?

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap PPOK merupakan masalah utama dalam menekan penyakit pernapasan ini. Tahap awal PPOK sering kali tidak dikenali karena banyak penderita menganggap gejala seperti sesak napas, batuk kronis, dan adanya dahak sebagai kondisi normal yang terjadi seiring bertambahnya usia atau akibat umum dari merokok.

Untuk mengetahui adanya PPOK kita mengeceknya dengan cara rontgen dan spirometri. Dengan mengeceknya dengan spiromeri lebih akurat karena bisa mengetahui apakah ada endapan pada paru. Penyakit paru menahun ini lebih baik dicegah karena tidak ada obatnya dan saluran nafas tidak bisa kembali normal.

Dengan faktor usia lebih dari 40 tahun fungsi paru kita pasti menurun, tetapi dengan kebiasaan merokok dan faktor lingkungan yang banyak polusi udara bisa menjadi 4 – 5 kali akan terkena PPOK.

Copy

Advertise