Penasaran, Mengapa Lalat Tak Pernah Muncul di Malam Hari?

Kinipaham – Sebagian manusia mungkin tak menyenangi keberadaan lalat di kehidupan sehari-hari. Sebab, serangga terbang itu kerap berpindah-pindah dari satu tempat kotor ke tempat kotor lain.

Itulah mengapa, saat lalat tiba-tiba hinggap atau mendarat di makanan yang sedang kita santap, kita seketika merasa jijik dan kehilangan selera makan. Bahkan, tak jarang, santapan tersebut berakir di tong sampah terdekat.

Menariknya, lalat kerap muncul di siang hari. Namun, saat malam tiba, keberadaannya hampir sulit dijumpai. Bukan hanya di lokasi umum atau rumah-rumah, pada momem tersebut, lalat juga tak bisa ditemukan di tempat-tempat kotor. Lantas, mengapa serangga bersayap itu seakan tak berani dengan malam hari?

Baca juga: Penasaran, Ada Apa di Bawah Pasir Gurun Sahara?

Kurator Divisi Zoologi Invertebrata di Museum Sejarah Alam Amerika, New York, A Grimaldi membenarkan, sebagian besar spesies lalat memang hanya beraktivitas di siang hari. Sebab, kata dia, mereka membutkan cahaya untuk bergerak.

“Lalat membutuhkan cahaya yang terpolarisasi untuk membimbing mereka secara visual,” ujar Grimaldi, dikutip dari The New York Times, Jumat 23 Juli 2021.

Kala hari berubah menjadi senja, kata dia, lalat-lalat berlindung di bawah dedaunan, batang, cabang-cabang, dan ranting-ranting pohon. Selain itu, mereka ada juga yang bernaung pada batang rumput yang tinggi atau tanaman lainnya. Lalat biasanya tidak akan bermalam di tanah.

Grimaldi menambahkan, beberapa jenis serangga seperti nyamuk dan lalat gurun pasir (tse-tse), biasanya lebih memilih waktu fajar dan senja sebagai ‘jam-jam kerja’ mereka.

Kini, sudah tahu kan, mengapa sulit sekali menemukan lalat di malam hari?

Copy

Advertise