Pamer Wajah Baru Jakarta, Anies Baswedan Malah Diserang Warganet

Kinipaham – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan baru-baru ini ‘memamerkan’ wajah baru Jakarta melalui akun Twitter pribadinya. Bukan mendapat sanjungan, Mantan Menteri Pendidikan Republik Indonesia itu justru menjadi bulan-bulanan warganet.

Hal tersebut bermula ketika dirinya menanggapi unggahan akun @mrtjakarta pada beberapa hari lalu. Pada unggahan itu, akun resmi MRT membagikan beberapa gambar yang memuat lintasan pedestrian di sepanjang jalur MRT yang diklaim nyaman bagi para pejalanan kaki.

Baca juga: Bikin Penasaran, Mengapa di Jepang Tak Banyak Kendaraan?

“Terima kasih dan apresiasi kepada gedung-gedung di sepanjang jalur MRT Jakarta yang telah berkontribusi membuka pagarnya dan menjaga kebersihan area pedestrian agar tetap bersih dan nyaman dilalui oleh pejalan kaki,” cuit akun tersebut, dikutip Minggu 16 Februari 2020.

Lantas, Gubernur Anies pun membagikan ulang (retweet with comment) cuitan tersebut, dan menambahkan komentar yang berisikan ungkapan bijak.

If you plan cities for cars and traffic, you get cars and traffic. If you plan for people and places, you get people and places (Jika kamu merencanakan kota untuk kendaraan dan lalu lintas, kamu akan mendapat kendaran dan lalu lintas. Jika kamu merencanakan untuk orang dan tempat, kamu akan mendapat orang dan tempat),” ungkapnya.

Selain itu, orang nomor satu di Jakarta tersebut juga menyebut, potret pedestrian yang nyaman menunjukkan wajah baru Ibu Kota, sehingga ia berterima kasih kepada pihak yang turut berpartisipasi mengelolanya.

“Terima kasih atas partisipasi warga-pengelola gedung, Bapak/Ibu telah ikut membentuk #WajahBaruJakarta. Gedung mana lagi yang mau menyusul?” kata dia.

Menariknya, apa yang dituliskan Anies tersebut mendapat sorotan negatif dari warganet. Pasukan online itu justru memberikan dirinya sentilan, karena dinilai tak mewakili wajah Jakarta secara keseluruhan.

“Oalah berkat pengelola gedung nya toh. Aku kira karena kerja gubernur,” tulis @ambarsusanto10.

“Yang antum rombak cuma Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta, lalu bagian lain dari Jakarta yang masih di bawah standar hidup layak, kapan mau diurusin?” tanya @adjieavatara.

“Yang keliatan indah, ditampilkan. Yang keliatan busuk, disembunyikan. Maaf kalau saya tertawa dengan rangkaian kata-kata Anda, Pak,” komentar @eko63691.

Copy

Advertise