Ngeri! Pakai Masker Scuba Ternyata Bahaya, Buang Jauh-jauh

Kinipaham – Penggunaan masker jenis scuba belakangan mulai dilarang lantaran disebut-sebut tidak aman. Bahkan, sejumlah petugas transportasi umum mulai melarang penumpang bermasker scuba untuk masuk ke dalam kendaraan. Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Badan Kesehatan Dunia atau WHO sendiri baru-baru ini melarang penggunaan masker kain berbahan elastis. Hal itu secara tak langsung membenarkan, bahwa masker jenis scuba memang tak aman digunakan. Lebih lagi, Dr. Adam Prabata, kandidat PhD di Kobe University, Jepang, sepakat dengan larangan tersebut.

Baca juga: Panas! Orang Asia Tuduh Orang Asing Sebarkan Covid-19

Melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Minggu 20 September 2020, Adam menjelaskan, masker scuba memang tak ampuh mencegah Covid-19 karena berbahan dasar neoprene. Neoprene merupakan bahan kain sintetik elastis, yang sering digunakan sebagai pakaian olahraga.

“Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan masker yang bersifat elastis, termasuk neoprene yang merupakan kain masker scuba, sebagai bahan masker. Sebab, material jenis ini akan mengalami pembesaran pori bila direnggangkan, dan cenderung terdegradasi seiring waktu. Sehingga, filtrasi masker menjadi tidak efektif,” ujar Adam.

Adam mengingatkan, masker scuba yang dijual di pasaran hanya terdiri dari satu lapis kain. Padahal, WHO menyarankan penggunaaan masker dengan tiga lapisan atau lebih

“Agar efektif, masker kain harus memiliki filtrasi minimum 70 persen. Faktanya, tidak ada bahan kain satu lapis untuk masker, yang mampu mencapai filtrasi 70 persen,” terang Adam.

Meski begitu, saat ini masker kain tetap direkomendasikan. Sebab, masker tersebut dapat mencegah penularan Covid-19 dari pasien yang tidak atau belum bergejala. Selain itu, juga untuk mencegah diri sendiri dari menulari orang lain.

Karena bisa saja, kita telah terinfeksi virus mematikan tersebut, namun tidak atau belum bergejala.

“Masker kain yang baik harus terdiri dari tiga lapis. Lapisan dalamnya harus berbahan dasar katun, supaya dapat menyerap air. Sementara lapisan tengah yang merupakan filtrasi droplet, bisa terbuat dari bahan dasar katun atau polypropilene. Sedangkan lapisan luar yang tidak menyerap air, bisa terbuat dari bahan polypropilene, polyester, dan bahan sintetik lainnya,” kata dia.

Copy

Advertise