Jernih dan Mencerahkan

Kata Mark Zuckerberg soal Kemunculan Apple Vision Pro

119

Kinipaham – Bos Facebook, Mark Zuckerburg menanggapi kemunculan Apple Vision Pro di pasar gadget global. Menurut Mark, tak ada yang terlalu spesial dari kacamata dengan kemampuan augmented reality (AR) dan Virtual Reality (VR) tersebut.

Disitat dari Reuters, Sabtu (10/6), kemunculan Apple Vision Pro tentu akan menjadi kompetitir berat untuk perangkat serupa bikinan Meta selaku induk perusahaan Facebook, yakni Quest Series.

Baca juga: Berapa Harga PS 2 saat Pertama Dirilis?

Setelah Vision Pro resmi dikenalkan, Mark langsung mengadakan rapat khusus dengan jajaran petinggi Meta. Mereka secara spesifik membahas perangkat baru tersebut.

Apple Vision Pro.
Apple Vision Pro.

Menurut Mark, Vision Pro bisa saja menjadi perangkat canggih di masa depan. Namun, alat tersebut tak sesuai dengan keinginan pribadi Mark, terutama terkait teknologi AR dan VR.

“Vision Pro bisa saja merupakan alat futuristik yang mendefinisikan cara baru menggunakan komputer. Sebab, Apple hanya menunjukkan kegunaan Vision Pro lewat orang yang duduk di kursi sendirian melakukan berbagai hal. Namun, ini bukan yang saya mau,” ujar Mark.

“Visi kami di bidang AR dan VR adalah supaya pengguna bisa berinteraksi satu sama lain lewat metaverse dengan cara baru. Selain itu, perangkat kami juga bertujuan supaya pengguna bisa melakukan beragam aktivitas ‘secara nyata’ tanpa harus keluar rumah,” tambahnya.

Apple Vision Pro Kemahalan

Selain tidak sesuai dengan visi Meta, Zuck juga menilai Vision Pro tak dibekali dengan teknologi baru yang “belum pernah” ditelusuri Meta. Artinya, teknologi yang diadopsi Vison Pro kemungkinan sudah mereka pelajari sebelumnya.

Bos Meta, Mark Zuckerberg. Foto: AFP.

Zuck juga menyebut kacamata AR dan VR tak punya keunggulan yang dimiliki perangkat milik Meta, yakni harga perangkat yang terjangkau.

Baca juga: 15 Game Nokia N-Gage Terbaik, Ada The Sims Hingga Sonic

Headset VR terbaru Meta Quest 3 yang diumumkan beberapa hari lalu, misalnya, dibanderol dengan harga US$ 500 atau sekitar Rp 7,4 jutaan. Di sisi lain, Vision Pro dijual dengan harga US$ 3.500 atau setara Rp 52 jutaan. (SFN/SFN)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.