Makna Nomor 46 yang Digunakan Valentino Rossi di MotoGP

Kinipaham – Sejak memulai debutnya di ajang balap motor Grand Prix 1996 lalu, Valentino Rossi sudah menggunakan nomor 46 di tunggangannya. Itulah mengapa, dia dan nomor tersebut bagaikan dua hal yang tak bisa dipisahkan. Lantas, apa sebenarnya arti dan makna di baliknya?

Disitat dari sejumlah literasi, untuk mencari tahu jawabannya, kita mesti mundur jauh ke belakang, yakni tahun 1992. Kala itu, Rossi menjalani debutnya sebagai pembalap di Italian Minibike Endurance Champion yang berlangsung di sirkuit Misano, Italia.

Valentino Rossi. Foto: Speedweek.
Valentino Rossi. Foto: Speedweek.

Baca juga: Carl Sagan, Selebritas Intelektual yang Bikin Sains Terdengar Puitis

Pada kesempatan tersebut, Rossi mendapat pinjaman motor Aprilia 125cc dari dua pembalap bersaudara, yakni Marco dan Maurizio Pagano. Kebetulan ketiganya turun di tiga kelas berbeda, namun menggunakan motor yang sama.

Nah, motor Aprilia 125 yang digunakan Rossi, Marco, dan Maurizio itu memakai nomor 46. Marco dan Maurizio memutuskan memilih nomor tersebut lantaran terpukau dengan salah satu pembalap Grand Prix asal Jepang yang menggunakan nomor yang sama.

Sementara Rossi yang hanya meminjam motor tersebut tak bisa mengubah nomornya. Dia mau tak mau menggunakan nomor yang sama, yakni 46.

“Saya tidak ingat namanya, tapi dia (pembalap asal Jepang) begitu hebat karena mampu melakukan gerakan-gerakan yang membuat penonton berdebar-debar,” ujar Rossi, disitat Romagna Gazette, Jumat 30 Juli 2021.

Penyebab Lain Valentino Rossi Pakai Nomor 46

Valentino Rossi. Foto: Petronas Yamaha.
Valentino Rossi. Foto: Petronas Yamaha.

Selain alasan tersebut, rupanya ada alasan lain mengapa Rossi akhirnya memilih nomor 46. Sebab, ayah kandungnya, Graziano Rossi yang pernah menjadi pembalap menggunakan nomor itu di kelas 250cc pada musim 1979. Kala itu, Graziano berhasil meraih empat podium termasuk tiga kali kemenangan.

Berharap meraih kesuksesan serupa, Rossi akhirnya memilih menggunakan nomor 46 di sepeda motornya. Bahkan, meski berpeluang menggantinya dengan nomor 1 usai meraih juara dunia, dia selalu menolaknya. Sebab, baginya, 46 merupakan bagian penting dari pejalanan kariernya di kompetisi.

Kini, 46 bukan hanya sekadar nomor, melainkan ‘kerajaan bisnis’ Rossi yang telah menghasilkan banyak pundi-pundi uang. Lewat merek VR46, pembalap berjuluk 46 itu membangun suatu perusahaan merchandise dan apparel, tim balap Moto2 dan Moto3, serta sekolah balap VR46 Academy.

Copy

Advertise