Lahirkan Banyak Teori, Mengapa Stephen Hawking Tak Pernah Terima Nobel?

Kinipaham – Selain Albert Einstein, ilmuwan modern yang paling banyak dikenal publik adalah Stephen Hawking. Sebab, pandangannya mengenai ilmu pengetahuan dirasa telah melampaui manusia di zamannya. Lantas, mengapa hingga akhir hayat Hawking tak pernah menerima Nobel?

Padahal, sejumlah teori yang dia temukan telah menyumbang kontribusi besar di bidang kosmologi dan fisika. Mulai dari temuan mengenai teori Big Bang, gravitasi kuantum, hingga radiasi Hawking.

Disitat dari CNN, teori radiasi Hawking yang dipaparkan pada 1974 menyatakan bahwa terdapat radiasi yang dilepaskan lubang hitam. Sebagai konsekuensinya, lubang hitam bisa menguap dan mati.

Stephen Hawking. Foto: Skynews.
Stephen Hawking. Foto: Skynews.

Baca juga: Obama: Kalau Alien Terbukti Ada, Pasti Muncul Agama Baru

Teori ini juga telah diterima secara luas di kalangan ilmuwan-ilmuwan fisika teoritis di seluruh dunia. Sayangnya, tidak ada cara untuk membuktikan kebenaran teori-teori Hawking di dunia nyata.

Hal tersebut yang kemudian membuat ilmuwan pengidap Amytotrophic Lateral Sclerosis (ALS) tersebut tidak menerima penghargaan Nobel, meski pada kenyataannya dia telah berhasil mengubah dunia melalui pandangan barunya.

“Masalahnya adalah tidak ada cara untuk memverifikasi ide tersebut. Lubang hitam terlalu panjang umurnya untuk bisa diobservasi hari ini dalam detik-detik kematiannya,” ujar penulis The Science of Liberty dalam majalah National Geographic, Timothy Ferris, seperti dikutip Times of India.

“Andaikan saja ada cara bagi para ilmuwan saat ini untuk mengobservasi fenomena kematian sebuah lubang hitam dan membuktikan kebenaran teori radiasi Hawking tersebut, ia tentu akan menerima penghargaan Nobel,” lanjutnya.

Nobel. Foto: Scienceworld.
Nobel. Foto: Scienceworld.

Diketahui, Komite Nobel sendiri mengungkapkan, suatu teori harus bisa dibuktikan dan memiliki ‘alat pengujinya’. Sebab, jika tidak bisa diukur, maka pencipta teori tak bisa terdaftar dalam kandidat pemenang.

Sebagai gambaran, teori Einstein tentang gelombang gravitasi yang diciptakan sekitar tahun 1920 baru terbukti pada 2016. Hal yang sama juga terjadi pada teori Higgs Boso yang ditemukan ilmuwan Peter Higgs pada 1964, namun baru bisa dibuktikan organisasi riset Eropa CERN 48 tahun setelahnya.

Stephen Hawking pernah singgung Nobel

Menariknya, disitat Evening Standard, semasa hidup, Stephen Hawking sempat menyinggung pengharagaan Nobel yang tak kunjung dia peroleh. Dalam kuliah umum yang dihelat pada Januari 2016, ia sempat mengatakan hal tersebut di hadapan para audiens yang hadir.

“Orang-orang telah mencari lubang hitam berukuran kecil, namun tidak ada yang pernah menemukannya. Hal ini merupakan suatu hal yang disayangkan, karena jika mereka pernah menemukannya tentu saya akan menerima penghargaan Nobel,” kata Hawking setengah bercanda.

Copy

Advertise