Kisah Stanley Mayer, Penemu Mesin Berbahan Bakar Air yang Tewas Dibunuh

Kinipaham –  Saat ini, kendaraan roda empat yang beredar di dunia kebanyakan menggunakan mesin berbahan bakar bensin. Kendati dalam pengembangannya listrik menjadi sumber tenaga masa depan, namun belum banyak pabrikan yang secara penuh berani mengadopsinya.

Menariknya, belum banyak yang tahu, bahwa di masa lalu ada satu jenis mesin yang dalam pengoperasiannya tidak membutuhkan bensin ataupun listrik, melainkan air. Mesin canggih itu bernama fuel-cell dan ditemukan mekanik asal Amerika Serikat, Stanley Mayer pada 1975 silam.

Dilansir dari 100KPJ, Kamis 21 Mei 2020, keinginan Mayer menciptakan mesin canggih itu muncul setelah harga minyak di negaranya melejit akibat embargo dari Arab Saudi. Kala itu, tak banyak masyarakat AS yang sanggup membeli bahan bakar minyak. Hingga akhirnya fuel-cell pun tercipta sebagai pemberi harapan baru.

Baca juga: Mengenal Skandal Snowden dan Tiga Jasa Besarnya untuk Dunia IT

Stanley dan hasil temuannya itu hadir bagaikan juru selamat. Saat itu, lensa kamera ramai-ramai menyorot wajah dan mesin berbahan bakar airnya. Bahkan, melihat kenyataan tersebut, sudah semestinya Meyer dihadiahi banyak uang serta penghargaan lain dalam bentuk apapun.

Namun kenyataan tak sesuai harapan. Disitat dari laman Carthrottle, dirinya terasa bagaikan ditampar kiri-kanan lantaran mesin canggihnya itu mendapat penolakan dan diprotes habis-habisan oleh pelaku bisnis di bidang perminyakan. Mereka menyebut, Meyer gila dan temuannya merupakan omong kosong belaka.

Membayangkan peristiwa itu, kita bisa menangkap wajah Meyer yang meringis penuh duka. Bagaimana tidak, niatnya meringankan kesulitan negara justru mendapat tanggapan negatif. Jangankan penghargaan, pujian saja rasanya tak banyak ia terima.

Buruknya lagi, pihak pengadilan setempat memberikan vonis bahwa temuan Meyer itu tidak sah. Bahkan, mesin berbahan bakar air yang turut dihadirkan dalam persidangan, dianggap sebagai pengaplikasian elektrolisis biasa dan tidak revolusioner sama sekali.

Baca juga: Jatuh Bangun Harley di Pasar Roda Dua: Dulu Digilai, Kini Orang Ogah Beli

Puncaknya, pada 21 Maret 1998, Meyer ditemukan tewas misterius di sebuah restauran. Saat itu, pihak kepolisian mengungkap, penyebab utama kematian sang penemu ialah cerebral aneurysm atau penggelembungan pembuluh darah di bagian otak. Namun, kebenaran itu masih simpang siur hingga beberapa tahun setelahnya.

Misteri yang Belum Terpecahkan

Kematian sang penemu mesin berbahan bakar air tersebut masih menjadi misteri hingga hari ini. Meski pihak kepolisian telah berkesimpulan kematian itu disebabkan penyakit, namun sebagian kalangan enggan memercayainya.

Kabarnya, Meyer mati setelah dibunuh sekelompok pebisnis yang merasa tak senang dengan temuannya tersebut. Kekhawatiran akan terjadinya penggunaan energi ramah lingkungan yang gratis dan tidak terkungkung dengan industri komersial, mungkin menjadi salah satu alasan mengapa dirinya dilenyapkan dari bumi.

Sekadar diketahui, fuel-cell merupakan mesin yang menggunakan air sebagai tenaga penggerak mesin. Tidak seperti bensin yang dibakar, fuel cell menggunakan konsep energi kimia dengan menghasilkan listrik melalui reaksi senyawa hidrogen dan juga oksigen. (SFN)

Copy

Advertise