Indonesia Dihantam Corona, Quraish Shihab: Jangan Pikir Itu Siksa Tuhan

Kinipaham – Masuknya virus corona atau COVID-19 ke Indonesia membuat banyak pihak panik. Hal itu beralasan, sebab hingga tulisan ini dimuat, Minggu 22 Maret 2020, sudah ada 450 orang positif terjangkit virus, dan 38 di antaranya meninggal dunia.

Kendati wabah tersebut punya dampak yang mengerikan, namun tokoh intelektual Islam sekaligus pendiri pusat studi Al-Quran (PSQ), Quraish Shihab, mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tak cepat berkesimpulan jika corona merupakan siksaan yang diturunkan Sang Pencipta ke muka bumi.

“Kejadian ini jangan dianggap sebagai siksa Ilahi. Tetapi itu (corona) merupakan peringatan, dan peringatan bisa menjadi nikmat. Tujuannya, supaya manusia tidak angkuh, dan bisa merasakan kelemahannya di hadapan Tuhan yang kuasa,” ujarnya melalui video yang diunggah akun Instagram @ala_nu.

Ayah kandung jurnalis Najwa Shihab itu juga menilai, masuknya corona ke Indonesia merupakan imbauan dari Tuhan mengenai pentingnya menjalankan perintah agama. Menurutnya, menjalankan perintah tersebut bukan hanya berkaitan dengan ibadah atau sembahyang, namun ada hal lain yang berkenaan dengan nilai edukasi dan juga sosial.

“Tuntutan agama itu menuntut kita untuk memelihara jiwa dan kesehatan kita. Dalam konteks itu, kita hendaknya dapat meneladani atau mengikuti tuntunan mereka yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan jiwa. Pada konteks ini, ialah para dokter. Ikutilah tuntunan mereka,” terangnya.

Quraish pun mengatakan, agama islam lebih mendahulukan kemanusiaan di atas keberagamaan. Itulah mengapa, beberapa fatwa ulama Indonesia menyimpulkan tidak wajib ibadah Jumat berjamaah di masjid demi mencegah terjadinya penyebaran virus mematikan tersebut.

Baca juga: Corona Sudah Diprediksi Sejak 2007, tapi Dunia Tak Pernah Mau Dengar

Terakhir, dirinya juga berharap, dalam situasi pelik seperti saat ini, perbedaan pendapat merupakan suatu keniscayaan. Ketika hal itu terjadi, kata dia, maka ikutilah apa yang menjadi tuntunan pemerintah setempat.

“Karena itu merupakan jalan yang menyelesaikan perbedaan pendapat,” kata dia.

Copy

Advertise