Ilmuwan Kembali Temukan Cairan di Mars, Mengandung Mineral?

Kinipaham.com – Mars merupakan salah satu planet yang menyimpan tanda tanya besar. Bahkan, beberapa kalangan menduga pernah ada kehidupan di sana, lantaran ditemukan bekas saluran air. Dilansir dari Nasa.gov, tanda-tanda pertama ialah garis-garis gelap atau noda yang ada di dinding kawah serta tebing Mars. Bukti itu tertangkap melalui satelit.

Penelitian terbaru menunjukkan, air di Mars memiliki salinitas lebih rendah dari lautan di Bumi, tetapi lebih tinggi dari air tawar. Salinitas sendiri merupakan tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Selain itu, kandungan air tersebut juga memiliki tingkat pH netral mirip dengan air laut dan mengandung banyak mineral yang berbeda.

Ceruk permukaan di Mars.
Ceruk permukaan di Mars.

Tim peneliti menggunakan sampel sedimen yang dikumpulkan Curiosity di Yellowknife Bay. Penjelajah NASA itu telah mempelajari Kawah Gale di Mars yang diyakini pernah menjadi danau kuno.

Baca juga: Apa Jadinya kalau Manusia Tinggal di Mars?

Para peneliti juga telah melakukan berbagai studi serta rekonstruksi tentang bagaimana komposisi air di Mars berubah dari masa ke masa. Namun demikian, ada beberapa hal yang membuat studi tersebut tak bisa dilanjutkan lantaran minimnya pengetahuan manusia tentang aspek penunjang yang diperlukan.

Menariknya, tim peneliti dari Tokyo Institute of Technology memilih metode berbeda untuk mencari keberadaan mineral di planet yang identik dengan warna merah tersebut. Mereka memutuskan untuk melihat sifat-sifat air yang ‘terperangkap’ di pori-pori tanah ataupun bebatuan.

Hasilnya, para ilmuwan itu memperoleh representasi air terakhir di daerah Yellowknife Bay dan mereka menyebutnya sebagai ‘peristiwa pembasahan terakhir’.

Baca juga: Jangan Salah, Hujan-hujanan Tak Bikin Manusia Terserang Penyakit

Menurut laporan mereka, air laut di planet Mars pada saat itu kaya akan kandungan mineral dan garam, hingga akhirnya perlahan-lahan menghilang. Kawah Gale diperkirakan merupakan sebuah danau dengan sungai, tetapi bukan jenis sungai yang mengalir keluar sehingga air hanya menghilang melalui penguapan.

Melalui gagasan tersebut, para peneliti Jepang itu juga memperkirakan, bahwa Kawah Gale kemungkinan sudah berusia sejuta tahun lebih. Namun, masih ada sederet tanda tanya mengenai temuan tersebut. Itulah mengapa, para ilmuwan mengharapkan adanya investigasi lanjutan tahun ini. (SFN)

Copy

Advertise