Ilmuwan Inggris Sebut Obat Radang Sendi Bisa Sembuhkan Covid-19

Kinipaham – Guna menghadapi Covid-19 yang sudah menjangkiti lebih dari 3 juta jiwa, para ilmuwan dari berbagai negara berlomba-lomba membuat vaksin atau obat penangkal. Begitu juga dengan ilmuwan Inggris yang bersikeras menggunakan obat imunoterapi terhadap pasien positif Covid-19.

Mereka bersikeras obat yang ditujukan untuk orang dengan rheumatoid arthtithis parah atau radang sendi, bisa digunakan untuk penderita Covid-19 dalam beberapa bulan tanpa perlu uji coba. Dilansir dari Mirror.co.uk, Dr Doug Brown, Kepala British Society for Immunology, mengatakan bahwa obat serupa telah membantu pasien yang sakit parah di Spanyol.

“Imunoterapi adalah pilihan yang layak dan bisa menyelamatkan nyawa,” ungkap Brown. Pernyataan ini ternyata telah disetujui oleh Prof Kevin Harrington, ahli terapi biologis di Institute of Cancer Research, “Ada kemungkinan nyata ini bisa menyelamatkan nyawa pasien corona. Juga, harapannya adalah orang-orang yang akan selamat dari virus akan datang melaluinya lebih cepat, yang berarti lebih sedikit waktu untuk bergantung pada ventilator dan lebih sedikit waktu dalam perawatan intensif.”

Dan ahli virus dari Inggris Prof Will Irving, dari Universitas Nottingham, menambahkan, “Anda mungkin akan menggunakannya pada pasien dengan penyakit yang paling parah. Itu ide yang masuk akal. ”

Baca juga: Mulianya Para Pemimpin di Eropa, Ramai-ramai ‘Patungan’ untuk Tangani Covid-19

Obat ini menyerang protein kecil yang disebut sitokin yang terlalu menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan menghasilkan efek peradangan pada pasien radang sendi, yang berlebihan pada jaringan paru-paru penderita Covid-19 dan organ lain.

Obat ini juga dipercaya memberikan peluang yang lebih baik bagi pasien yang tengah sakit untuk sembuh. Meskipun beberapa ahli asal Inggris yakin dengan penggunaan obat tersebut, Brown berkata perawatan ini tidak memiliki lisensi untuk covid-19. Dokter memang dapat secara legal menggunakan obat tersebut namun harus siap menerima tanggung jawab pribadi.

“Perawatan ini tidak memiliki lisensi untuk Covid, tetapi beberapa dokter telah mencoba untuk menggunakan kembali tocilizumab (nama obat tersebut) dan tampaknya memiliki beberapa efek.”

Brown juga menambahkan, “Begitu data tentang itu telah dikumpulkan dalam skala besar, akan ada lebih banyak kepercayaan. Sangat penting bagi kami untuk mempublikasikan data dan memberi dokter informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat. ”

Baca juga: Corona Belum Usai, Singapura Malah Berniat Kembali Jalankan Roda Ekonomi

Tocilizumab juga dapat dilisensikan secara khusus untuk coronavirus jika melalui uji coba tradisional. Brown mengatakan, “Inggris memimpin dunia dalam mempercepat proses uji coba perawatan untuk Covid.. Dalam beberapa kasus ini bisa menjadi masalah enam bulan hingga satu tahun.”

Terobosan penggunaan obat ini muncul ketika AS telah mengizinkan penggunaan darurat obat Ebola untuk mengobati Covid-19. Sebuah uji klinis baru-baru ini menunjukkan obat itu membantu mempersingkat waktu pemulihan bagi orang yang sakit parah, walaupun obat itu tidak secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.

Pengobatan potensial lain yang akan diuji coba di rumah sakit Guy and St Thomas di London melibatkan transfusi dengan darah dari penderita yang pulih dengan harapan antibodi donor akan membantu pasien lain. Jika berhasil, NHS akan mengirimkan 10.000 unit plasma seminggu ke rumah sakit yang diklaim cukup untuk merawat 5.000 pasien.

Ada juga harapan baru untuk vaksin ketika seorang dokter kanker terkemuka mengungkapkan dia sedang mengembangkan penelitian. Prof Lindy Durrant, dari Universitas Nottingham, mengatakan, “Itu didasarkan pada vaksin yang kami gunakan pada kanker. Kami mencoba merangsang respons sel T yang kuat. Sel T membunuh kanker tetapi mereka juga membunuh sel yang terinfeksi virus.”

Copy

Advertise