Ilmuwan: Banyak Orang Nikah dan Seks dengan Robot pada 2050

Kinipaham – Peneliti kecerdasan buatan (AI) yang menulis buku ‘Love and Sex with Robots’, David Levi memprediksi, di masa depan robot akan lebih canggih dan menyerupai manusia sesungguhnya. Itulah mengapa, menurutnya, pernikahan dengan robot akan meningkat pada 20-30 tahun dari sekarang.

Meski terdengar seperti fiksi ilmiah, namun Levi yang mengerjakan disertasinya di Universitas Maastricht Belanda memastikan, hal tersebut merupakan sesuatu yang telah dunia capai selama satu dekade terakhir.

Baca juga: Peneliti: Pasangan yang Berkenalan di Medsos, Pernikahannya Langgeng

Ilustrasi Nikah dengan Robot. Foto: Technocrazed.
Ilustrasi Nikah dengan Robot. Foto: Technocrazed.

Bahkan, perkembangannya terus terlihat setiap tahunnya. Kini, mulai banyak robot buatan Eropa dan Jepang yang bisa melakukan percakapan, menampilkan emosi, serta merespons emosi seseorang.

“Robot dimulai di pabrik yang membuat mobil. Tidak ada interaksi pribadi,” ujar Levy, yang juga merupakan Master Catur Internasional yang telah mengembangkan permainan catur komputer selama bertahun-tahun, dikutip dari Paragram, Rabu 4 Agustus 2021.

“Lalu orang membuat robot kereta surat, dan kemudian robot anjing. Sekarang robot dibuat untuk merawat orang tua. Dalam 20 tahun terakhir, kami telah bergerak menuju robot yang memiliki lebih banyak hubungan dengan manusia, dan itu akan terus berkembang ke arah yang lebih baik. hubungan yang lebih emosional, yang lebih mencintai dan yang seksual,” lanjutnya.

Banyak Orang Hubungan Seks dengan Robot di Masa Depan

Bukan hanya berbincang atau menemani hidup seseorang, kelak robot juga menjadi partner seks yang menyenangkan. Meski kini sudah banyak robot seks yang dijual secara umum, namun kelak perangkat tersebut jauh lebih canggih, aktif, dan melibatkan perasaan.

“Ini akan menjadi salah satu bagian tersulit dari proses ini. Percakapan manusia/komputer telah menarik banyak perhatian penelitian sejak tahun 1950-an, dan tidak membuat kemajuan sebanyak yang kita harapkan dalam 50 tahun. jauh lebih kuat sekarang dan memori jauh lebih baik.”

“Jadi kita akan melihat perangkat lunak yang dapat melakukan percakapan yang menarik dan cerdas. Sangat penting bahwa kedua belah pihak senang dengan percakapan yang mereka lakukan,” tuturnya.

Levy juga memperkirakan bahwa robot akan dapat melakukan percakapan yang menarik, belum pada tingkat lulusan perguruan tinggi, tapi tetap menyenangkan. Namun, dalam 20 atau 30 tahun mendatang, dia mengharapkan mereka untuk melakukan percakapan yang canggih. (FN)

Copy

Advertise