Hoax Tumbuh Cepat di RI, Tito Karnavian: Itu Ulah Pengangguran

Kinipaham –  Di Indonesia, angka pengangguran masih tergolong tinggi, yakni mencapai tujuh juta orang lebih. Hal itu yang kemudian menjadi sorotan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian untuk terus menggenjot investasi supaya lebih banyak tercipta lapangan kerja baru.

Dirinya pun menyebut, pengangguran yang terlalu banyak tentu berdampak buruk bagi negara. Sebab, mereka biasanya rentan melakukan hal tak bermanfaat yang cenderung berbahaya, baik di kehidupan nyata ataupun medsos. Salah satu yang ancaman yang paling terasa, ialah tumbuhnya berita bohong atau hoax.

Baca juga: Milenial Wajib Tahu, Ini Pentingnya Tidur Siang untuk Kinerja Otak

“Jadi kita melihat hoax terjadi, salah satu faktor hoax terjadi karena banyak orang nganggur, nganggur nggak ada kerjaan lain, apa saja dikomentarin, masuk grup ini, masuk grup itu. Jadi itu yang kita lihat,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2020 di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, dikutip dari Antara.

Selain itu, seperti yang telah disinggung di awal, saat seseorang menganggur, ada kecenderungan berulah untuk mencari sensasi, ataupun pengakuan dari kerabat yang hanya ditemui di dunia maya.

“Saya punya saudara yang termasuk agak keras di sana. Padahal saya tahu dia enggak radikal, dalam pemahaman ideologi dia enggak radikal. Tapi kok terlihat radikal sekali kalau di medsos. Setelah saya pelajari, dia nganggur ternyata. Biar ada sensasi, eksistensi segala macam,” jelasnya.

Itulah mengapa, menumbuhkan lapangan pekerjaan menjadi tugas penting. Sebab, jika banyak masyarakat Indonesia memiliki kesibukan, maka angka penyebaran hoax diprediksi bisa sedikit ditekan.

“Intinya bahwa iklim investasi harus diperbaiki kalau kita ingin undang investor dalam maupun luar negeri,” kata dia.

Copy

Advertise