Harimau di AS Positif Terinfeksi Corona, Gejalanya Mirip Manusia

Kinipaham – Seekor Harimau Malaysia (Panthera tigris tigris) bernama Nadia di Kebun Binatang Bronx, Amerika Serikat diberitakan positif terjangkit Covid-19 setelah dites pada Minggu, 5 April 2020. Selain Nadia ada enam kucing besar lainnya yang menunjukan gejala serupa dan sedang menunggu hasil tes.

Kepala dokter hewan Kebun Binatang Bronx, Paul Calle mengatakan kasus penularan Covid-19 ke hewan liar baru pertama kalinya terjadi. Calle menyebut Nadia tertular Covid-19 dari salah satu pengurus hewan yang terjangkit Covid-19 tetapi tidak menunjukan gejala.

“Ini adalah satu-satunya penjelasan yang ada karena Kebun Binatang sudah ditutup untuk umum sejak 16 Maret lalu,” utasnya.

Baca juga: India Sulap Gerbong Kereta jadi Ruang Isolasi, Indonesia Siap Tiru?

Sebenarnya hewan tidaklah kebal terhadap Covid-19 karena sebelumnya telah terjadi penularan di hewan peliharaan seperti anjing Pomeranian dan German Shepherd di Hong Kong lalu ada juga kucing peliharaan di Belgia yang terjangkit Covid-19.

Penelitian terbaru dari China menyebut bahwa keluarga kucing liar ataupun peliharaan memang memiliki virus coronanya sendiri dan dapat menularkannya ke sesama kucing, tetapi hingga saat ini baru pertama kali kucing liar terjangkit Covid-19. Kasus penularan Covid-19 ke kucing liar ini menjadi perhatian khusus bagi peneliti dan berusaha melihat apakah ada binatang lain yang bisa tertular virus yang berasal dari Kota Wuhan ini.

Kasus Pertama

Calle menjelaskan Harimau Malaysia berumur empat tahun bernama Nadia mengalami batuk kering lalu dilakukan tes pada 2 April 2020. Selain Nadia, ada dua Harimau Siberia dan tiga Singa Afrika mengalami gejala batuk kering serta kehilangan selera makannya. Walau menunjukan gejala yang sama, namun lima kucing besar lainnya belum menjalanin tes.

Saat ini Kebun Binatang Bronx memiliki tujuh kucing besar dalam perawatan. Wildlife Conservation Society yang merupakan organisasi pengelola Kebun Binatang Bronx menyatakan masih belum diketahui bagaimana Covid-19 bisa berevolusi menyebar ke hewan liar.

Ketika Nadia mulai menunjukan gejala, tim dokter hewan melakukan diagnosis dan tes darah. Calle kembali menjelaskan tes Covid-19 dilakukan dengan pertimbangan Kota New York telah menjadi salah satu episentrum penyebaran virus SARS-Cov-2 di Amerika Serikat. Tes dilakukan di New York State Diagnostic Laboratory Cornell University dan University of Illinois College of Veterinary Medicine Veterinary Diagnostic Laboratory.

Apa Langkah Selanjutnya?

Calle menyebut belum bisa berpendapat banyak karena ini merupakan kasus pertama. Banyak pertanyaan yang belum dapat terjawab seperti apakah harimau dan singa lebih rentan terjangkit Covid-19? Pasalnya tidak ada kucing liar lainnya yang menunjukan gejala seperti Nadia.

Tim dokter hewan sebenarnya lebih khawatir penularan ke primata karena memiliki DNA yang hampir serupa dengan manusia serta sangat mudah terjangkit penyakit saluran pernapasan dari manusia. Ahli kesehatan hewan berpendapat Covid-19 akan sangat rentan ditularkan dari manusia ke primata.

Calle menyebut tim dokter hewan Kebun Binatang Bronx telah membagikan informasi ini ke kebun binatang dan para ahli, “saya memperkiran ada kasus lain seperti Nadia, saat ini kami telah memberitahukan kebun binatang lain.”

Organisasi penlestarian kucing besar Panthera menyebut kasus ini bisa menjadi hantaman keras bagi usaha pelestarian kucing besar di seluruh dunia. Keluarga kucing memiliki tantangan besar untuk berkembang biak di alam bebas, bila Covid-19 menjangkit lalu menyebar di keluarga kucing liar hal ini bisa meningkatkan risiko kematian dan membunuh spesies lain di sekitarnya.

Copy

Advertise