Jernih dan Mencerahkan

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mulai Transaksi NFT

71

Kinipaham – Sejak fenomena ‘Ghozali Ghozalu’ viral di media sosial, NFT atau Non-Fungible Token mulai naik daun di Indonesia. Bahkan, ada sejumlah pihak yang penasaran dan turut menjajal salah satu aset digital berbasis teknologi blockchain tersebut.

Meski demikian, mengingat NFT masih baru dan belum terlalu familiar di Indonesia, maka penting bagi masyarakat—terutama yang berasal dari kalangan awam—mengetahui apa saja yang harus diperhatikan sebelum bertransaksi atau berkarya di dunia tersebut.

Baca juga: Biar Tak Bosan, Instagram Bakal Rombak Tampilan Feed

Pakar Budaya dan Komunikasi Digital Universitas Indonesia, Dr Firman Kurniawan mengingatkan, jangan sampai masyarakat Tanah Air ikut-ikutan menjajal NFT tanpa berbekal pengetahuan yang cukup.

“Untuk masyarakat awam yang ingin mencoba memasuki ruang kreasi di semesta digital yang baru ini, hal yang penting diperhatikan bukan hanya soal bagaimana menciptakan nilai yang tinggi atas konten informasi digital yang diperniagakannya,” ujar Firman, dikutip Kinipaham dari Antara, Sabtu 15 Januari 2022.

“Konten digital itu adalah informasi. Maka apakah informasi yang diperniagakannya tidak justru menciptakan ancaman pada keamanan pribadinya?” tambahnya.

Lebih lanjut, Head of TokoMall Thelvia Vennieta mengatakan, calon kreator maupun konsumen yang tertarik untuk berkecimpung di NFT perlu mengetahui batas kemampuan dalam bertransaksi.

“Pada dasarnya, ini mirip dengan investasi apa pun. Gunakan apa yang kita mampu, jangan transaksi di luar kemampuan kita. Kedua, apa yang kamu suka, ambillah. Dan ketiga, kita juga harus lihat siapa yang membuat karyanya, ada cerita apa di dalam karya itu, kemungkinan dan keuntungan apa yang bs kita ambil dari sana, roadmap project dan community apa yang bisa diadapatkan dari benefit tersebut seperti eksklusivitas, dan sejenisnya,” jelas Thelvia.

Namun, ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak wawasan terlebih dahulu sebelum benar-benar memulai bertransaksi. Kehati-hatian adalah salah satu hal yang tidak kalah pentingnya.

“Harus berhati-hati, mengingat karena heboh, mungkin akan banyak yang ikut coba-coba. Kita harus tahu apa yang bs diikuti, apa yang bisa diambil nilainya, agar bisa lebih kreatif dan unik lalu mencoba menjualnya ke orang-orang,” kata Thelvia.

“Mereka (kreator) mampu melihat opportunity, tapi perlu diingat bahwa itu (membuat karya) pun ada rangkaiannya. Masyarakat harus belajar agar bisa sukses membuat dan menghasilkan karya,” kata dia.

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.