Haid Telat tapi Tak Ada Tanda Hamil, Apa Sebabnya?

Kinipaham – Pada umumnya, wanita mengalami siklus haid setiap 21-35 hari, tapi siklus haid tersebut bisa jadi lebih cepat ataupun lambat. Hal ini tergantung dari hormon dalam tubuh kita, mungkin kita beranggapan kalau telat haid otomatis langsung hamil, sebenarnya tidak juga karena ada beberapa kasus di mana wanita mengalami haid tapi ternyata tidak hamil.

Walaupun memang pada kenyataannya ada juga kasus di mana wanita telat haid dan ternyata setelah diperiksa hasilnya positif hamil tanpa gejala. Maka tak heran jika fenomena tersebut acap menimbulkan kebingungan.

Baca Juga : Jangan Asal, Ini 5 Makanan Sehat Khusus untuk Ibu Hamil

Beberapa kondisi dapat mempengaruhi datangnya haid, contoh kecilnya adalah kondisi di mana kamu tidak menjaga gaya hidup sehat, dan mungkin karena penyakit tertentu. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membaca beberapa penyebab telat haid berikut ini.

Stres

Stress merupakan faktor utama penyebab dari telatnya haid, untuk mengatasi ini kamu bisa mencoba untuk menenangkan diri dengan melakukan yoga atau sejumlah kegiatan yang membuatmu lebih tenang.

Perimenopause

Pada beberapa kasus, wanita akan mengalami perimenopause, perimenopause ini terjadi sekitar 10-15 tahun sebelum kamu mengalami menopause. Kondisi diakibatkan dari hormon estrogen yang berfluktuasi sehingga mengubah siklus dari haid.

Penurunan berat badan

Jika kamu sedang menjalankan program diet, kamu mungkin akan mengalami terlambat datang bulan, karena ketika tubuhkamu terlalu kurus maka lemak tubuh akan rendah. Hal ini membuat kadar hormon reproduksi bisa menurun. Sehingga ovuloasi dan menstruasi tidak dapat terjadi.

Untuk mengatasinya, kamu bisa mulai mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, agar kamu bisa kembali memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Aktivitas yang padat hingga kelelahan

Penyebab lain dari telat datang haid adalah karena aktifitas yang padat, sehingga membuat tubuh membakar banyak sekali kalori daripada yang dikonsumsi. Sehingga membuat tubuh kamu tidak mampu menjalankan sistem tubuh yang baik.

Kondisi ini akan menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang kemudian dapat mengganggu siklus menstruasi. Untuk mengatasinya, kamu bisa mulai mengurangi aktifitas dan mulai bersantai menikmati hari.

Menggunakan kontrasepsi hormonal

Menggunakan pil kontrasepsi juga dapat menyebabkan kamu terlambat menstruasi, biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama penggunaan. Hal serupa juga terjadi jika kamu berhenti mengkonsumsinya, untuk menormalkan kembali siklus haid setidaknya dibutuhkan beberapa bulan.

Menggunakan kontrasepsi hormonal lainnya, seperti IUD, implan, atau suntikan,  juga akan bisa membuat kamu telat datang bulan atau bakhan benar-benar berhenti menstruasi.

Gangguan tiroid

Untuk kamu ketahui, bahwa tiroid merupakan kelenjar yang mampu menghasilkan hormon untuk membantu banyak sekali aktivitas di tubuh manusia, salah satunya adalah siklus mentruasi.

Umumnya terdapat dua gangguan tiroid, yaitu hipotiroidisme dan hipertiroidisme di mana kedua ganggan tiroid ini dapat menyebabkan terhambarnya siklus menstruasi.

Namun pada beberapa kasus yang ditemukan, hipertiroidisme adalah gangguan tiroid yang sering menjadi penyebab dari terganggunya siklus mentruasi. Jika kamu merasa ada gangguan ini, segera konsultasikan ke dokter spesialis.

Dan mungkin kamu juga perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bernutrisi, minum lebih banyak air putih, tidur dengan cukup, berolahraga 30 menit setiap hari, dan hindari stres supaya mendorong keluarnya datang bulan.

Kehamilan

Kemungkinan hamil pada siklus haid yang telat sangat mungkin terjadi, inilah yang ditakutkan wanita karena hamil tapi tidak memiliki gejala kehamilan. Sehingga mereka terus saja melakukan aktivitas yang mungkin saja berbahaya untuk kandungannya.

Pada umumnya, gejala kehamilan adalah morning sickness, pusing, lemas, dan perubahan emosional. Tapi tidak semua wanita mengalaminya, hampir 20-30 persen wanita tidak merasakan gejala kehamilan. Jadi, jika kamu merasa sedang dalam masa telat haid, kamu mungkin perlu menjalankan tes kehamilan. (Hamzah/SFN)

Copy

Advertise