Enak Belum Tentu Sehat, Ini Bahaya Terlalu Banyak Minum Boba

Kinipaham – Akhir-akhir ini, bubble tea atau teh boba begitu meledak dan menjadi topping minuman yang sangat populer. Kaum milenial atau anak-anak ‘kekinian’ kerap kali mengunggah foto atau video mereka ketika sedang menikmati minuman dengan boba. Bahkan tak jarang mereka juga rela mengantre demi minuman tersebut.

Boba yang kerap disebut sebagai mutiara atau gelembung merupakan tambahan favorit dalam minuman. Minuman manis itu merupakan perpaduan dari susu, teh dan tentu saja boba yang disedot melalui sedotan ekstra besar dan dikunyah.

Baca juga: Duh, Benar Gak Sih Banyak Makan Daging Jadi Pemicu Perubahan Iklim?

Meskipun manis dan menyegarkan, nyatanya bubble tea tidak boleh dikonsumsi terlalu sering. Selain teksturnya yang kenyal dan susah dicerna oleh tubuh, boba juga sering kali dibuat dengan tambahan pengental yang membuatnya makin sulit dicerna. Bila dikonsumi sering, hal ini nyatanya akan mengganggu pencernaan.

Bubble tea sendiri diperkenalkan di Taiwan pada 1980-an dan dengan cepat menyebar ke Asia Tenggara dan telah menjadi sangat populer di kalangan anak muda Amerika dan Eropa. Boba sendiri dibuat dari tapioka, tepatnya terbuat dari pati singkong, ubi jalar dan gula merah.

Bahan-bahan yang terkandung dalam bubble tea mungkin terdengar tak terlalu buruk, tetapi ketika mereka penuh dengan pemanis dan rasa buatan, mereka kehilangan nilai gizinya dengan cepat. “Bagian paling bergizi dari bubble tea adalah teh itu sendiri,” kata Hillary Cecere  yang berbasis di Red Bank, New Jersey seperti dilansir dari Thehealthy.com. “Tapi bubble tea bukan cara yang sehat untuk mendapatkan manfaat teh.”

Memasak mutiara tapioka hanya memperburuknya. Mereka biasanya dimasak dalam air panas, bersama dengan lebih banyak gula tambahan, hingga tiga jam. Mudahnya adalah setengah cangkir boba mengandung 4 sendok makan gula dan 2 sendok makan susu kental manis. Sekedar informasi, Kementerian Kesehatan RI telah membatasi asupan gula dalam sehari hanya sebanyak 4 sendok makan.

Dilansir dari berbagai sumber, ini adalah perbandingan jumlah gula dalam minuman ini:

1. Segelas brown sugar boba milk tea mengandung 92,5 gram gula (setara dengan 18,5 sendok teh)

2. Segelas passion fruit green tea (gula 100 persen) mengandung 43 gram gula (setara dengan 8,5 sendok teh)

3. Segelas winter melon tea mengandung 80 gram gula (setara dengan 16 sendok)

4. Segelas jasmine green tea with fruit mengandung 42 gram gula (setara dengan 8,5 sendok teh)

5. Segelas bubble milk tea (gula 100 persen) mengandung 102,5 gram gula (setara dengan 20,5 sendok teh)

Terlihat jelas kalau kandungan gula sangat melampaui dari yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika dikonsumsi secara terus menerus, maka asupan gula dan kalori dalam tubuh akan melonjak. Hal ini jelas Kalau dikonsumsi kebanyakan, maka asupan gula dan kalori dalam tubuh tentu akan semakin melonjak. Hal ini jelas dapat memicu diabetes dan obesitas.

Pada dasarnya, kalian boleh saja mengonsumsi minuman dengan topping boba di dalamnya. Namun, segala yang berlebihan tentunya tak baik. Tetap batasi jumlah konsumsi minuman ini demi menjaga kesehatan tubuhmu, ya! (SFN)

Copy

Advertise