Duh, Benar Gak Sih Banyak Makan Daging Jadi Pemicu Perubahan Iklim?

Kinipaham – Sebagian orang menjadi vegetarian karena kasihan dengan hewan yang harus dipotong untuk menjadi santapan, tetapi ada hal positif lain yang didapat ketika menjadi vegetarian yaitu mengurangi gas emisi dan mengurangi perusakan lahan.

Orang yang masih memakan daging tentu akan sulit untuk menjadi vegetarian karena mengubah kebiasaan makan tidaklah semudah membalikan tangan. Salah satu kesulitannya adalah daging memang merupakan makanan yang enak dan memiliki stigma makanan kelas atas.

Baca juga: Mengenal Gejala Diabetes dan Cara Pencegahannya

Daging imitasi hadir untuk memuluskan orang-orang yang merupakan pemakan daging untuk menjadi vegetarian. Daging ini bukan berasal dari hewan, melainkan dari tanaman.

Daging imitasi dibuat dari air, protein gandum, protein kentang, dan perasa makanan nabati. Walaupun berasal dari nabati, “daging” ini tetap memiliki rasa dan berbentuk seperti daging pada umumnya jadi Anda tidak perlu khawatir dengan rasanya.

Menurut Reuters keberhasilan daging imitasi menarik perhatian industri makanan, bahkan McDonalds mulai uji coba daging imitasi ini dengan banner “Beyond Meat.” Beyond Meat mulai dipasarkan di Kanada bulan Januari kemarin.

Inisiasi McDonalds untuk menggunakan daging imitasi ini merupakan langkah besar dalam mendongkrak kepopuleran daging imitasi karena McDonalds merupakan mega-bisnis yang menjadi acuan dalam bisnis makanan cepat saji.

Bila semakin banyak perusahaan makanan cepat saji yang beralih menggunakan daging imitasi maka industri hewan potong akan semakin berkurang, ini tentu hal yang baik mempertimbangkan industri hewan adalah salah satu penyumbang perubahan iklim.

Memerangi Perubahan Iklim dengan Menjadi Vegetarian

Dimulai dengan perubahan sumber daging kita dari hewani menjadi nabati, kita dapat berperan aktif memerangi perubahaan iklim.

  • Mengurangi penggunaan bahan bakar pengangkut makanan

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa hewan ternak yang akan disajikan ke piring makan kita harus diangkut dari peternak. Bensin yang diperlukan untuk angkut hewan jauh lebih besar dibandingkan biaya angkut sayuran.

Misal, satu truk dengan ukuran sedang dapat mengangkut tiga ekor sapi seberat satu ton per ekor, sapi itu tidak semuanya dapat dimakan sehingga truk menghabiskan biaya bensin lebih mahal dibandingkan sayuran yang semua bagiannya dapat dimakan.

  • Mengurangi gas buang hewan ternak

Hewan ternak, terutama sapi, memproduksi gas buang yang keluar dari mulut dan anusnya, gas ini mengandung metana. Gas metana merupakan salah satu gas penyalur panas yang bila menumpuk di atmosfer akan mempercepat perubahan iklim.

  • Biaya yang diperlukan untuk memproduksi daging hewani

Hewan ternak memakan banyak biaya, peternak yang beternak sapi perlu menyediakan lahan untuk sapinya, tidak berhenti di situ peternak juga perlu menyediakan makanan untuk hewan ternaknya sehingga memerlukan lahan yang lebih luas. Sayangnya lahan di bumi terbatas, keperluaan lahan untuk pakan sapi ini mendorong pembukaan lahan baru yang memakan hutan-hutan dan berakibat ketidak seimbangan ekosistem.

  • Hewan ternak yang diperlakukan dengan tidak benar

Seperti sudah menjadi rahasia umum, hewan ternak sering dipelakukan dengan tidak baik. Masih hangat diingatan kita adanya kasus sapi gelonggongan, dengan beralih ke daging imitasi praktek seperti sapi gelonggongan akan berkurang.

Perlakuan buruk yang didapat hewan ternak tidak berhenti di situ, banyak peternakan yang membiakan hewannya dengan tidak benar. Hewan ternak dipaksa makan sebanyak-banyaknya lalu proses penyembelihan hewan tidak jarang dilakukan dengan standar yang tidak baik.

  • Efisiensi mendapatkan kalori

Manusia sebagai makhluk hidup memerlukan energi untuk dapat hidup, presentasi energi yang diambil dari daging tidaklah sebanyak yang kita ambil dari nabati tetapi hewan memerlukan lebih banyak lahan dan makanan sejak kecil hingga usianya cukup untuk dipotong dan dikonsumsi.

Jadi dapat dikatakan memakan daging tidaklah efisien karena kita perlu memberi makan hewan ternak dengan jangka waktu yang lama terlebih dahulu baru bisa dikonsumsi. Sementara sayur tidak memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal untuk dapat dikonsumsi.

Copy

Advertise