Diabetes Bisa Picu Kebutaan, Lakukan Ini untuk Pencegahan

Kinipaham – Retinopati diabetik atau komplikasi akibat diabetes bisa berpengaruh pada penglihatan. Bahkan, bisa menyebabkan kebutaan. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), dr. Muhammad Sidik mengatakan, kebutaan akibat diabetes umumnya tidak bisa disembuhkan, namun bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini.

“Ada 10 juta penderita diabetes di Indonesia. Salah satu komplikasi yang ditakutkan adalah kebutaan, yang umumnya tidak bisa pulih. Tetapi (kebutaan ini) bisa dicegah apabila dideteksi dini,” ujar dr. Sidik, dalam online media briefing PERDAMI dan Novartis, dikutip dari Antara, Sabtu 12 Desember 2020.

Baca juga: Mengenal Gejala Diabetes dan Cara Pencegahannya

Sementara itu, di tempat berbeda, dokter spesialis dari PERDAMI, Arief S Kartasasmita mengatakan, saat seseorang terdiagnosis diabetes, maka dia diharuskan berkonsultasi ke dokter mata tergantung tipe penyakitnya.

Pada pasien diabetes tipe-1, tes pertama bisa dilakukan 3-5 tahun setelah terdiagnosis dan kembali menjalani tes setiap tahun. Sementara pada penyandang diabetes tipe-2 disarankan segera melakukan tes setelah terdiagnosis dan kembali melakukannya setiap tahun.

Selain pemeriksaan mata, pencegahan retinopati diabetik juga bisa melalui pola makan sehat dan beraktivitas rutin minimal 150 menit berjalan setiap minggu, memeriksa kadar gula darah beberapa kali dalam sehari dan memastikan kadar gula darahnya terkontrol.

Semakin lama pasien menyandang diabetes, maka semakin besar peluangnya terkena retinopati diabetik. Namun, jika dia mampu menjaga kadar gula darahnya, risiko atau kemungkinan terkena retinopati diabetik semakin rendah.

“Penyebab (retinopati diabetik) dari sisi durasi diabetes biasanya di atas 10 tahun tergantung tipe, kontrol gula darah yang buruk, kolesterol, hipertensi dan (pasien diabetes) tidak mau berobat,” kata Arief.

Jika seseorang terlanjur mengalami retinopati diabetik, maka disarankan menjalani sejumlah terapi, seperti laser, obat anti-VEGF untuk menyembuhkan gejala, hingga pembedahan untuk mencegah kebutaan.

Copy

Advertise