Demokrat Bingung Orang-orang Takut PKI, Padahal HTI Lebih Ngeri

Kinipaham – Setiap masuk bulan September, isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia atau PKI selalu digaungkan. Terkait hal itu, politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean merasa bingung. Sebab, PKI sejatinya sudah ‘mati’.

Dikutip dari akun Twitter pribadinya, Ferdinand Hutahaean mengingatkan sejumlah tokoh yang acap membawa isu PKI ke muka publik, bahwa ketakutan terhadap partai terlarang itu berlebihan dan terkesan mengada-ada.

“Mas Gatot, Din, PKI itu jangankan tubuhnya, hantunya saja sudah mati. Membangkitkan tubuh yang sudah mati saja tak bisa, apalagi bangkitkan hantu yang sudah mati,” cuit Ferdinand, dinukil Sabtu 26 September 2020.

Baca juga: Gatot Teriak-teriak soal Kebangkitan PKI, Pengamat Minta Bukti

Ferdinand merasa, ketimbang PKI, ada sejumlah kelompok intoleran yang lebih layak diwaspadai. Misalnya seperti HTI dan simpatisan ISIS. Mereka lebih berbahaya lantaran jelas-jelas ada dan tersebar di sejumlah wilayah.

“Yang masih hidup adalah ancaman kepada Pancasila dari kaum intoleran Hizbut Tahrir (HTI), simpatisan ISIS, dan pendukung Alqaeda. Itu (lebih layak) dilawan!” ujarnya.

Diketahui, pernyataan Ferdinand tersebut merupakan respons dari perkataan Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang mengaku telah mengendus kebangkitan PKI sejak 2008 lalu. Hal itu Gatot ungkapkan di saluran Youtube Hersubeno Point, baru-baru ini.

Kala itu, Gatot Nurmantyo mengatakan, gerakan terlarang seperti PKI pasti dilakukan secara terselubung atau diam-diam. Sehingga, kebangkitannya tak bisa terlihat, namun bisa dirasakan.

“Saya mengamati tentang kemungkinan-kemungkinan bangkitnya gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) gaya baru. Ini diawali sejak 2008, setelah saya mendapat informasi-informasi. Sehingga, saya menyatakan, membungkus semua gerakan ini dengan proxy war.”

“Gerakan ini tidak bisa dilihat bentuknya, tapi dirasakan bisa. Contohnya, sejak 2008 itu seluruh sekolah meniadakan pelajaran tentang G30SPKI. Ini suatu hal yang sangat berbahaya,” kata Gatot.

Copy

Advertise