Daihatsu Klaim Mobil Listrik Belum Diterima di Indonesia  

Kinipaham – Berbeda dengan pabrikan roda empat lainnya, Daihatsu masih terkesan hati-hati menjual mobil listrik di Indonesia. Padahal, banyak yang berpendapat, produk EV buatan mereka pasti akan ramai diburu konsumen.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor atau ADM, Amelia Tjandra mengatakan, mobil listrik belakangan memang menjadi tren baru di Indonesia. Namun demikian, kendaraan nonemisi tersebut belum sepenuhnya diterima konsumen.

“Pada dasarnya, kami percaya, mobil listrik akan menjadi tren di Indonesia. Tapi, menurut survei, kendaraan tersebut saat ini belum bisa diterima masyarakat Indonesia,” ujar Amelia Tjandra melalui sambungan virtual, dikutip Kinipaham, Rabu 16 Februari 2022.

Ilustrasi Mobil Listrik.
Ilustrasi Mobil Listrik.

Menurut wanita yang karib disapa Amel tersebut, penyebab belum diterimanya mobil listrik di Indonesia ada banyak hal, mulai dari harga produk yang terbilang mahal hingga kondisi infrastruktur yang masih belum memadai.

“Alasannya masuk akal, harga yang masih tergolong mahal, infrastruktur yang terbatas, dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya mendukung,” ungkapnya.

Logo Daihatsu.
Logo Daihatsu.

Lebih lanjut, Amel menambahkan, Daihatsu siap bermain di pasar elektrifikasi saat permintaan konsumen di Indonesia sudah benar-benar menjanjikan.

“Buat kami, ada demand harus ada supply. Kami akan terus mencermati dan melihat kesiapan masyarakat di Indonesia. Kalau sudah tumbuh, kita ikut (jualan mobil listrik di Indonesia),” kata Amel.

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.