Corona Bisa Tersebar Melalui Paket Barang, Mitos atau Fakta?

Kinipaham – China merupakan negara industri yang mengekspor banyak komoditas ke berbagai belahan dunia, kemunculan Covid-19 melahirkan satu pertanyaan besar, yakni apakah Covid-19 dapat menyebar melalui paket yang dikirim dari China atau tidak?

Covid-19 atau yang biasa disebut Virus Corona menggeparkan dunia dengan penyebarannya yang sangat cepat dan memakan banyak korban di China dan negara lain. Hingga berita ini dimuat, menurut data dari World Health Organization (WHO), sudah ada 82.294 orang yang terjangkit virus ini. Meski demikian, China tetap mengirimkan barang-barang produksinya.

Covid-19 ternyata merupakan virus yang lemah ketika berada di luar tubuh manusia atau inangnya, “Kemampuan bertahan hidup yang rendah dari Virus Corona ketika berada di luar tubuh manusia menjadikannya hampir mustahil untuk menyebar melalui paket yang dikirim dengan waktu beberapa hari,” ujar Dr. Nancy Messonnier Director of the Center for Disease Control’s.

“Bahkan, bila Anda membeli paket dari China dan seseorang yang mengemasnya bersin dan batuk ke dalam paket Anda, paket tersebut tetap aman untuk dibuka,” kata dia menambahkan.

Baca juga: Perlukah Orang Sehat Pakai Masker untuk Cegah Corona?

Tetapi Dr. Nancy mengingatkan bahwa semua itu masih asumsi dari hasil pengamatan virus yang berasal dari keluarga yang sama, yaitu MERS dan SARS. Dr. Nancy menyebut, Virus Corona ini masih sangat baru, jadi belum bisa mengatakan dengan yakin bahwa virus ini tidak menyebar melalui paket barang yang dikirimkan.

Butuh Perantara

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Sabtu 29 Februari 2020, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegaan dan Pengandalian Penyakit, Achmad Yurianto mengatakan bahwa penyebaran corona melalui barang kemungkinannya sangat rendah. Ia menganalogikan virus itu layaknya tumbuhan benalu yang membutuhkan perantara.

“Virus itu analog, sama persis dengan benalu di pohon. Benalu ini tidak akan hidup di pohon yang mati, sehingga butuh sel hidup. Terkait dengan barang-barang tentu bukan sel hidup kan, sehingga akan mati. Karenanya sangat tidak memungkinkan jika menular melalui barang maupun pakaian, jadi masyarakat tidak perlu takut berlebihan terkait itu,” terangnya.

Menurutnya, yang justru harus diwaspadai adalah kebiasaan kita yang seringkali lupa menjaga kebersihan diri, misalnya seperti kebiasaan menyentuh muka dan mulut tanpa memerhatikan kebersihan tangan.

“Justru titik lemah yang kita perhatikan, ada kebiasaan-kebiasaan berdasarkan dalam satu menit rata-rata setiap orang menyentuh mata, hidung dan mulut itu paling tidak dua kali tanpa kita sadari, kalau tangan ini tercemar maka sama saja kita memasukkan sesuatu ke tubuh kita,” kata Yuri. (SFN)

Copy

Advertise