Carl Sagan, Selebritas Intelektual yang Bikin Sains Terdengar Puitis

Kinipaham – Banyak yang mengatakan, ilmu menjadi sulit dipahami jika seseorang tak menyukainya. Itulah mengapa, astronom asal Amerika Serikat, Carl Sagan memiliki metode berbeda dalam mengenalkan sains ke kalangan umum, yakni membuatnya terdengar puitis dan mengandung unsur-unsur keindahan.

Melalui buku, ceramah, dan program yang dibawakannya, Carl Sagan mengemas sains dalam kemasan baru yang lebih indah. Bahkan, pernyataannya mengenai alam semesta dan kehidupan di muka bumi kerap dikutip sebagian pihak untuk keperluan sastra.

“Dari sudut pandang bintang, manusia hanyalah cahaya kecil, satu di antara miliaran kehidupan singkat yang berkelip-kelip lemah di permukaan bola silikat dan besi yang dinginnya terlihat aneh, padatnya tampak ganjil, dan jauhnya terlihat eksotis.”

Cosmos, Carl Sagan

Lantas, siapa sebenarnya Carl Sagan? Mengapa tokoh tersebut sangat populer di kalangan pecinta sains di seluruh dunia?

Siapa Carl Sagan

Sagan merupakan ilmuwan yang memelopori disiplin ilmu eksobiologi dan penggagas upaya pencarian makhluk cerdas dari luar angkasa. Berbeda dengan astronom lain yang menggunakan bahasa-bahasa teknis dan sulit dipahami, dia—seperti yang telah disinggung di awal—lebih senang mengurainya dengan kalimat-kalimat indah.

Carl Sagan mengenyam pendidikan Fisika untuk gelar Sarjana dan Master-nya di University of Chicago. ‘Physical studies of planets’ merupakan judul yang dia pilih untuk disertasi doktoralnya.

Kegemarannya pada planet membuat Sagan fokus mengerjakan kondisi fisik planet-planet di tata surya, terutama Venus dan Jupiter.

Pada 1978, Sagan merilis buku The Dragons of Eden. Pada karya tulisnya tersebut, dia membahas otak manusia. Lewat itu, Sagan juga mengemukakan pandangan rumitnya mengenai ketegangan antara rasionalisme dan irasionalisme.

The Dragon of Eden diganjar penghargaan Pulitzer Prize di tahun yang sama.

Carl Sagan. Foto: Kavolta.
Carl Sagan. Foto: Kavolta.

Setelah menerbitkan buku populer dan makalah ilmiah, Sagan lebih sering diundang di program televisi sebagai tamu. Barulah pada 1980, stasiun televisi Amerika Serikat bernama Public Broadcasting Service mengajak Carl Sagan untuk membawakan Cosmos: A Personal Voyage.

Acara tersebut merupakan program dokumenter tentang kehidupan di luar Bumi. Beberapa bahasan yang diangkat dalam acara itu, yakni meneliti makhluk-makhluk yang kemungkinan bisa hidup di planet Jupiter, rekaman emas pesawat Voyager saat mencari tahu keberadaan alien, dan biaya hidup di luar angkasa.

Bisa dikatakan, acara Cosmos: A Personal Voyage-lah yang akhirnya membuat Sagan semakin dikenal. Bahkan, buku The New Celebrity Scientists (2015) yang ditulis Declan Fahy menempatkannya sebagai salah satu ilmuwan paling ternama di dunia.

Carl Sagan
Carl Sagan. Foto: Terry Ashe/Time Life Pictures

Sebab, menurut Fahy, dia menjadi satu dari sedikit astronom di era 1970-an yang melihat media sebagai alat untuk memengaruhi sikap publik dan elite politik terhadap sains. Majalah Time edisi 20 Oktober 1980 juga memuat wajah Sagan sebagai gambar sampulnya. Media tersebut menjulukinya sebagai “Showman of Science”.

“Mereka [Carl dan ilmuwan lainnya] menunjukkan bahwa ilmuwan yang bekerja di bidang sains mutakhir cukup artikulatif, kontroversial, dan khas,” kata Fahy.

Kini, sejumlah buku telah lahir dari buah pikirnya yang cerdas, yakni Cosmos, Comet, Pale Blue Dot, The Demon-Haunted World, dan Kontak. Kabarnya, royalti karyanya tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.

Setelah bergulat sekian lama melawan penyakit myelodysplasia yang dideritanya, Sagan akhirnya meninggal dunia di usia 62 tahun pada 20 Desember 1996 di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, Washington.

Meski telah tiada, namun Sagan telah meninggalkan warisan berupa pandangan baru mengenai sains yang lebih populer, penuh keindahan, serta mudah dipahami.

Kutipan Carl Sagan

  • “Every one of us is, in the cosmic perspective, precious. If a human disagrees with you, let him live. In a hundred billion galaxies, you will not find another.” (Cosmos).
  • “The nitrogen in our DNA, the calcium in our teeth, the iron in our blood, the carbon in our apple pies were made in the interiors of collapsing stars. We are made of starstuff.” (Cosmos).
  • “Science is not only compatible with spirituality; it is a profound source of spirituality.” (The Demon-Haunted World).
  • “For small creatures such as we the vastness is bearable only through love.” (Contact).
  • “The universe is a pretty big place. If it’s just us, seems like an awful waste of space.” (Contact).
Copy

Advertise