Canggih! Aplikasi Ini Bisa Ukur Polusi Udara Secara Realtime

Kinipaham – DKI Jakarta merupakan salah satu kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk. Berdasarkan data yang dihimpun Airvisual, Jakarta menempati urutan teratas dalam daftar kota terpolutif di Asia, bahkan dunia.  Data tersebut diambil pada bulan Juli 2020 lalu, dan kualitas udara di jakarta mencapai 183 yang berarti sangat tidak sehat.

Sekarang untuk mengukur kualitas udara, kita tidak harus menuggu rilis laporan dari instansi terkait. Karena sekarang ada aplikasi yang bisa mengukur kualitas udara. Aplikasi itu bernama Nafas dan diluncurkan Nafasaria Pte.Ltd. Melalui aplikasi tersebut, kamu bisa mengukur kualitas udara secara realtime. Keren sekali, bukan?

Baca Juga : Bocoran Harga Mobil SUV jika Pajak 0 Persen, Fortuner Cuma Rp200 Jutaan

Nafas dalam proses kerjanya bekerja sama dengan Airly. Di mana Airly akan menanamkan 45 sensor kualitas udara yang tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bogor.

Sensor ini dibuat dan juga dirancang di Eropa dan terbuat dari bahan stainless stell yang memang khusus digunakan di luar ruangan, sensor ini juga memang dibuat khusus untuk iklim Indonesia, sehingga tahan dengan panas, kelembapan dan hujan.

Dengan menggunakan sensor ini, Aplikasi Nafas akan dapat mengumpulkan informasi seperti:

  • Mengukur berbagai polutan di udara
  • Mengukur suhu
  • Tekanan barometrik
  • Kelembaban, dan
  • Tiga jenis particulate matter (pm), yakni pm1, pm2.5, dan pm10.

Selain itu, ada sejumlah fitur andalan dari aplikasi Nafas yang akan sangat berguna dan bermanfaat untuk penggunanya, seperti

  • Menampilkan kualitas udara secara real-time
  • Daftar kualitas udara di wilayah jabodetabek, dan
  • Blog berisi artikel tentang kesehatan udara

Dalam proses penggunaanya, kamu akan mendapatkan rekomendasi tempat yang memiliki kualitas udara yang lebih baik, dan kamu juga akan mendapat berbagai tips aktifitas dan gaya hidup yang mesti kamu lakukan berdasarkan kualitas udara saat itu.

Menariknya lagi, aplikasi Nafas juga bisa menampilkan daftar kualitas udara dari beberapa kota, sehingga kamu bisa membandingkan dan mengetahui kualitas udara di tempat masing-masing.

Baca Juga : Keren, Indonesia Lagi Siapkan Infrastruktur dan Ekosistem 5G

Dengan menggunakan aplikasi Nafas ini, kamu juga akan mendapatkan notifikasi apabila kualitas udara ditempat kamu mulai memburuk. Kamu bisa tau kualitas udara teburuk dengan melihat tanda merah dan ditandai juga dengan keterangan “tidak sehat” kamu juga akan mendapatkan himbauan untuk menyalakan air purifier atau pembersih udara didalam rumah.

Sementara untuk lokasi dengan kualitas udara yang cukup buruk akan ditandai dengan warna orange yang pekat, dan dengan keterangan “tidak sehat” jika kondisi udara ditandai dengan warna orang pekat, kamu akan mendapatkan himbauan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan.

Sedangkan untuk kualitas udara yang sedang akan ditandai dengan warna kuning dan keterangan “moderate” pada kualitas udara yang sehat kamu akan melihatnya dengan tanda hijau.

Baca Juga : Bukan Cuma Playstore, Ini 5 Situs Terbaik untuk Download Game Android

Penasaran dengan aplikasi ini, kamisempat mencobanya dan hampir semuanya berwarna merah. Itu berarti kualitas udara di Jakarta sedang tidak baik.

Sebagai informasi tambahan, kamu mungkin sempat membaca Pm2.5, Dan Pm10. Apa itu sebenarnya? Mari kita bahas di bawah ini.

Merangkum dari situs departemen kesehatan New york,  PM2.5 menjadi bahan acuan untuk mengukur kadar polutan di udara. Dimana PM2.5 merupakan partikel kecil yang memiliki ukuran 2,5 mikron atau bahkan bisa lebih kecil lagi. Partikel ini dalam tingkat yang tinggi akan bisa masuk ke sistem pernapasan dan mencapai paru-paru. (Hamzah)

Copy

Advertise