Bukan Guncangan yang Bikin Kita Mual saat di Mobil, Lalu?

Kinipaham – Kala hendak bepergian ke luar rumah, terutama saat cuaca sedang panas dan jarak yang ditempuh tergolong jauh, kendaraan roda empat kerap dijadikan pilihan utama. Namun demikian, tak semua orang merasa nyaman saat berada di dalam mobil. Salah satu penyebabnya, yaitu mudah mual.

Dalam dunia medis, kecenderungan mual atau mabuk perjalanan bisa ditangkal menggunakan pil yang mengandung zat dimenhidrinat. Pil tersebut banyak dijual di apotek maupun warung terdekat. Kendati demikian, mengonsumsinya secara rutin sangat tak disarankan.

Baca juga: Benarkah Kasus Obesitas Dipengaruhi Kebiasaan Manusia Purba?

Dilansir dari Medical News Today yang pernah dimuat 100KPJ, Minggu 23 Februari 2020, mabuk perjalanan sering juga dikenal sebagai motion sickness. Menariknya, menurut penelitian yang dilakukan pakar kedokteran asal Orlando, Amerika Serikat, Hilary Hawkins, penyebab utama motion sickness bukan berasal dari guncangan kendaraan, melainkan ada hal lain yang lebih dominan.

“Gejala tersebut muncul setelah adanya gangguan pada input sensori yang diterima otak karena mengira tubuh berada dalam kondisi diam dan bergerak pada waktu bersamaan. Dan itulah yang terjadi ketika kita berada di dalam mobil,” ujar Hawkins.

“Kita baik-baik saja saat berjalan, tapi kita bisa mengalami pusing saat tubuh berada dalam posisi diam namun sesuatu menghasilkan gerakan. Pusat keseimbangan di telinga bagian dalam menganggap hal yang berbeda dari realitasnya,” sambungnya.

Di telinga bagian dalam, ada struktur yang disebut dengan sistem vestibular. Fungsinya untuk mendeteksi gravitasi dan gerakan, serta mengirimkan sinyal ke otak yang membantu kita tetap seimbang. Sinyal itu dikirimkan dari indera tubuh lainnya, dan menjadi masalah ketika data yang dikirim berlawanan.

Sebagai contoh, saat kita berada di dalam mobil yang melaju, mata melihat pemandangan yang berlalu melalui jendela, yang akan menginformasikan ke otak bahwa kita dalam kondisi bergerak. Namun tubuh kita memberikan proyeksi berbeda, di dalam kendaran kita tidak bergerak sendiri.

“Hal tersebut membuat otak kita tidak tahu harus memercayai informasi yang mana. Sinyalnya campur aduk. Sehingga, menyebabkan pusing dan juga mual,” kata dia.

Copy

Advertise