Biografi Elon Musk, Miliarder Eksentrik yang Sukses Besarkan Tesla

Biografi Elon Musk belakangan banyak dicari pengguna internet di Indonesia. Sebab, pebisnis dengan kekayaan US$220,2 miliar atau sekira Rp3.188 triliun tersebut telah sukses membangun sejumlah kerajaan bisnis yang sangat berpengaruh di dunia.

Bukan hanya harta, Elon Musk juga kerap menjadi sorotan lantaran inovasi dan kontroversi yang pernah dibuatnya. Biar tak penasaran, yuk kita bahas biografi Elon Musk dari kecil hingga sesukses sekarang.

Mengenal Biografi Elon Musk yang Melegenda di Dunia Bisnis

1. Biografi Elon Musk 

Elon Reeve Musk adalah nama lengkapnya yang merupakan anak dari pasangan Errol Musk dan Maye Musk. Ayahnya bekerja sebagai insinyur elektromekanis, sedangkan ibunya seorang model. Elon lahir pada 28 Juni 1971 dan menjadi tokoh bisnis, industrialism dan penemu dari Amerika Serikat.

Biografi Elon Musk.
Biografi Elon Musk.

Elon mempunyai 3 kewarganegaraan yakni Afrika Selatan, Kanada, dan Amerika Serikat. Saat ini, dia dikenal sebagai raja bisnis lantara berhasil membesarkan sejumlah perusahaan teknologi populer seperti SpaceX, Tesla Inc, OpeanAi, Neuralink, dan masih banyak lagi.

2. Elon Sudah Jenius Sejak Kecil

Dari biografi Elon Musk yang dikutip sejumlah media, ada beberapa pernyataan yang menjadi bukti, bahwa Elon termasuk orang jenius sejak kecil. Hal ini diperlihatkan mulai dari kebiasaannya yang suka membaca buku dan kerap menjadi juara kelas.

Ada dua mata pelajaran favorit Elon sejak dulu, yakni fisika dan ilmu komputer. Elon Musk mengaku sangat menguasai keduanya. Sejak saat itulah, dia mulai menekuni dua bidang tersebut dan berhasil masuk ke Queen’s University di Ontario Kanada pada 1990.

Selang dua tahun kemudian, Elon pindah ke University of Pennsylvania dan mengejar gelar ganda sekaligus. Ia lulus pada 1997 dengan gelar Sarjana Ekonomi dan Sarjana Fisika secara bersamaan.

3. Perjalanan Karier Elon Musk

Menurut sejumlah catatan, perjalanan karir sang legenda bisnis dimulai dari ketertarikannya terhadap sains dan internet. Tidak hanya itu, saat masih muda dia juga kerap menyampaikan keinginannya untuk memahami antariksa, sehingga munculah cita-cita membangun industri di bidang tersebut.

Elon Musk saat masih muda. Foto: Standard.uk.
Elon Musk saat masih muda. Foto: Standard.uk.

Hal itu akhirnya dibuktikan Elon setelah lulus kuliah. Pada tahun 1995 bersama dengan adiknya yang bernama Kimbal, dia mendirikan perusahaan yang diberi nama Zip2. Namun, pada 1999, perusahaan tersebut dijual ke Computer Compac dengan harga US$300 juta. Meski demikian, Elon tak lantas putus asa dan membangun kerjaan bisnis berikutnya.

Tak lama setelahnya, Elon mulai membesarkan X Com dan melakukan merger dengan rivalnya, Confity hingga berganti nama menjadi PayPal. PayPal sendiri merupakan layanan transfer uang digital yang sampai sekarang masih dipergunakan banyak kalangan.

Akan tetapi, sejak 2002 lalu, perusahaan tersebut telah dijual kepada eBay dengan Elon Musk sebagai pemilik saham terbesar. Tentu saja itu menjadi awal mula yang baik untuk kelanjutan karier Elon Musk

4. Ambisi Elon di Tesla dan SpaceX

Disitat dari kutipan biografi Elon Musk pada laman DW, Elon mempunyai 3 misi utama dalam memperjuangkan kariernya. Misi-misi tersebut mempunyai hubungan dengan ketergantungan pada satu planet, risiko usang manusia, dan risiko perubahan iklim.

Pemikiran inilah yang membuat Elon memutar otak untuk menciptakan temuan-temuan yang dapat mengurangi risiko-risiko tersebut. Salah satunya dengan mendirikan perusahaan Tesla. Tesla Motors merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, terutama untuk produksi mobil listrik yang ramah terhadap lingkungan.

Elon Musk bersama Tesla Roadster. Foto: Shopify.
Elon Musk bersama Tesla Roadster. Foto: Shopify.

Tidak hanya itu, Elon juga membangun perusahaan Solarcity, di mana perusahaan ini bergerak di bidang teknologi tenaga surya. Semua dilakukan Elon untuk mewujudkan ambisinya dalam mengurangi resiko perubahan iklim. Pada tahun 2002, dia kembali mendirikan satu perusahaan yang dikenal sebagai SpaceX.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang transportasi luar angkasa dan bekerjasama langsung dengan NASA. Berdirinya SpaceX dilatarbelakangi pemikiran bahwa umat manusia bisa punah seandainya hanya bergantung pada satu planet saja. Meski dinyatakan sebagai pendiri, namun Elon tak hanya duduk diam mengawasi.

Elon juga ikut terjun langsung dalam beragam jenis proyek dari SpaceX. Berkat bekal ilmu fisika yang dimilikinya Elon turun tangan dalam persoalan desain dan pembangunan pesawat sampai roket luar angkasa sekaligus.

5. Kontroversi yang Menyandung Elon

Meski terkenal berkat kejeniusannya, ternyata Elon Musk kerap terlibat kontroversi. Misalnya, dia pernah menghina penyelam andal asal Inggris, Vernon Unsworth usai menyelamatkan 12 anak laki-laki yang terjebak di goa Thailand. Kala itu, Elon menyebutnya ‘pria pedo’ dan berakhir di meja hukum.

CEO Tesla, Elon Musk. Foto: The Verge.
CEO Tesla, Elon Musk. Foto: The Verge.

Selain itu, pada 2018 lalu, Elon pernah memenuhi panggilan sebagai narasumber di podcast Joe Rogan. Namun, selama acara berlangsung, Elon dengan santai menghisap ganja. Momen tersebut yang kemudian diabadikan dalam bentuk meme oleh sebagian orang di internet.

Kontroversi Elon Musk tak hanya berhenti sampai di situ. Sebab, dia juga kerap melakukan ulah lain yang berujung pada kegaduhan. Misalnya, menulis cuitan yang dinilai tak pantas, melontarkan candaan berlebihan, dan sering ingkar janji terkait peluncuran produk atau layanan baru.

Jadi, apa yang paling kalian ingat dari Elon Musk?

Biografi Elon Musk, Miliarder Eksentrik yang Sukses Besarkan Tesla