Belum Terdaftar, Clubhouse Terancam Diblokir Kominfo

Kinipaham – Sejak beberapa hari terakhir, warganet ramai membicarakan Clubhouse. Namun, belum banyak yang tahu, aplikasi yang acap digunakan untuk berdiskusi itu rupanya belum terdaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik di Indonesia.

Juru Bicara atau Jubir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi mengatakan, bahwa hingga saat ini Clubhouse memang belum terdaftar. Itulah mengapa, dia meminta pihak terkait untuk segera mendaftarkannya.

“Clubhouse belum terdaftar di Kominfo dan kami harap dapat mendaftar sesuai ketentuan dalam PM 5/2020,” ujar Dedy Permadi, dikutip dari Antara, Selasa 16 Februari 2021.

Baca juga: Jangan Ketipu, Ini Tips Aman Cari Jodoh di Aplikasi Kencan Online

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat meminta platform media sosial, transaksi elektronik hingga komputasi awan wajib mendaftar ke kementerian.

“Kewajiban melakukan pendaftaran bagi PSE Lingkup Privat dilakukan sebelum Sistem Elektronik mulai digunakan oleh Pengguna Sistem Elektronik,” demikian bunyi Pasal 2 Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 tahun 2020.

Platform yang wajib mendaftar adalah yang memberikan layanan di Indonesia, melakukan usaha di Indonesia dan sistem elektroniknya digunakan atau ditawarkan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan aturan tersebut, penyelenggara sistem elektronik diminta untuk mendaftar paling lambat enam bulan sejak peraturan tersebut berlaku. Sementara peraturan tersebut mulai berlaku efektif sejak 24 November 2020 lalu.

Clubhouse Terancam Diblokir Kominfo

Seandainya tidak segera mendaftar, maka penyelenggara platform tersebut akan dikenai sanksi administratif berupa pemutusan akses alias diblokir. Akses akan kembali dibuka ketika mereka secara resmi mendaftarkan diri ke Kominfo.

Diketahui, aplikasi Clubhouse berfungsi layaknya media sosial, menawarkan percakapan audio dan saat ini hanya terdapat di sistem operasi milik Apple iOS.

Clubhouse sendiri diluncurkan sejak Maret tahun lalu, popularitasnya di Indonesia meroket sejak CEO Tesla, Elon Musk berbicara di platform tersebut beberapa minggu lalu. (Hane)

Copy

Advertise