Bahayanya Berkendara di Jalan Lurus, Bisa Terserang ‘Highway Hypnosis’

Kinipaham – Sebagian orang beranggapan, mengendarai mobil di lintasan lurus merupakan pengalaman seru dan menyenangkan. Sebab, dengan demikian, sang pemilik kendaraan bisa melaju kencang tanpa khawatir mendapat gangguan dari para pengendara lain.

Selain itu, jalan raya yang lurus dan kosong juga membuat pengemudi lebih rileks, sehingga tak perlu sering memainkan rem ataupun memutar-mutar setir. Semuanya terasa lebih simpel dan juga mudah.

Baca juga: Bukan Guncangan yang Bikin Kita Mual saat di Mobil, Lalu?

Tapi faktanya, mengemudikan mobil dalam situasi tersebut memiliki satu risiko bahaya, yakni kehilangan rasa sadar tiba-tiba, atau dalam dunia medis disebut Highway Hypnosis. Gejalanya hampir mirip dengan Microsleep atau rasa kantuk yang muncul secara singkat.

Dilansir dari ABCnews yang juga dimuat 100KPJ, Jumat 6 Maret 2020, Highway Hypnosis adalah kondisi di mana seorang pengemudi tak sadar dirinya sedang mengemudikan mobil. Biasanya, saat di lintasan lurus, pengemudi masih menginjak gas, menggenggam setir, namun pikirannya mengawang ke mana-mana, seperti melayang dan tak sadarkan diri.

Profesor kinesiologi dari Universitas Michigan Amerika Serikat, Sean Meehan menyebut, ketika berada di lintasan lurus yang kosong, terutama dalam kondisi kelelahan, pengemudi hanya akan memusatkan perhatiannya pada satu titik obyek. Hal itulah yang membuat mereka seperti ‘terhipnotis’ dan hilang kesadaran.

“Ketika kita mengemudi di jalan lurus dalam keadaan lelah, secara efektif ada perubahan dalam kondisi otak kita yang mengakibatkan informasi tidak sepenuhnya sampai ke pusat-pusat di mana kita secara aktif bisa mengendalikannya,” ujar Sean.

“Saya yakin, ada banyak orang yang merasakan hal tersebut saat melakukan perjalanan jarak jauh. Ia tak menyadari apa yang ada di sekelilingnya, namun ia terus memacu kendaraannya hingga sampai (ke tempat tujuan),” sambungnya.

Ia menambahkan, Highway Hypnosis yang terlalu dalam bisa menyebabkan trence atau hilang kesadaran secara penuh. Hal tersebut tentu berbahaya, lantaran pikiran sang pengemudi sudah dalam kondisi buyar dan merasa seluruh obyek di sekelilingnya tidak lagi nyata.

Lantas, bagaimana cara mengantisipasi agar tak mengalami Highway Hypnosis saat mengemudikan mobil di lintasan lurus? Pertama, usahakan terus melakukan gerakan tubuh dengan mengatur posisi duduk beberapa menit sekali. Hal itu bertujuan, untuk mengusir rasa jenuh dan kantuk yang bisa muncul kapan saja.

Kemudian, selama mengemudi, jangan hanya memusatkan pandangan pada satu titik obyek, karena bisa menyebabkan efek tunnel vision yang membuat mata pengemudi menjadi tak ‘awas’ alias blur. Lalu, usahakan tetap menggerakkan dan membuat bebunyian dari mulut agar efek sunyi di dalam kabin bisa lebih terisi.

Nah, supaya lebih aman, saat efek Highway Hypnosis sudah mulai terasa, sebaiknya berhenti sejenak dan menepi dulu di pinggir jalan. Keluar dari kendaraan dan menghirup udara luar bisa membuat efek tersebut berkurang dan mengembalikan fokus serta konsentrasi pengemudi.

Copy

Advertise