Astronaut: Alien Mungkin Ada di Bumi, tapi Kita Tak Bisa Lihat

Kinipaham – Sejauh ini, keberadaan alien masih menjadi misteri. Sebagian ilmuwan meragukan keberadaannya, namun tak sedikit juga yang meyakini makhluk cerdas tersebut sejatinya ada dan bersemayam di tempat yang belum manusia ketahui.

Menariknya, baru-baru ini, astronaut wanita Inggris pertama yang pergi ke luar angkasa, Helen Sharman (56) mengatakan, alien mungkin saja ada dan hidup di bumi, namun keberadaannya tak bisa terlacak mata manusia. Sebab, kata dia, besar kemungkinan tubuh alien terbuat dari ‘material’ unik yang berbeda.

“Alien ada, tidak ada keraguan tentang itu. Ada miliaran bintang di luar sana di alam semesta, sehingga pasti ada bentuk kehidupan,” ujar Sharman, dikutip dari Independent, Senin 5 Oktober 2020.

“Apakah mereka seperti kalian dan saya yang terbuat dari karbon dan nitrogen? Mungkin saja tidak. Mungkin mereka ada di sini (Bumi) sekarang, tapi mata kita tak bisa melihatnya,” sambungnya.

Baca juga: Apa Jadinya kalau Manusia Tinggal di Mars?

Diketahui, Sharman menjalani pelatihan ketat dengan tiga kandidat lain dan tepilih untuk mengambil bagian dalam misi delapan hari di luar angkasa.

Helen Sharman - Alien

Saat berada di sana, dia selalu memandang ke arah Bumi. Sebab, menurutnya, tidak ada keindahan yang lebih besar dari planet tersebut. Dia juga meyakini, ada sejumlah misteri yang belum terungkap dari bumi dan sejumlah planet lain di tata surya.

Bagaimana Wujud Alien?

Sejauh ini, kita mengira wujud alien mungkin menyerupai manusia, yakni memiliki wajah lengkap dengan mata, hidung, mulut, dan telinga. Bahkan, melalui sejumlah film, tubuh mereka digambarkan sama seperti kita, yakni berkaki dan bertangan dua. Padahal, kenyataannya mungkin tidak seperti itu.

Alien

Pakar Biologi di Universitas Oxford Inggris, Samuel Levin, mengatakan, organ mata yang terdapat di kepala manusia berasal dari proses evolusi yang terjadi di Bumi. Seandainya alien berasal dari planet lain, besar kemungkinan wujudnya bakal berbeda sekali dengan manusia.

“Misalnya, organ mata telah berevolusi beberapa kali pada mahluk di Bumi, jadi kita mungkin berpikir bahwa alien juga memiliki mata. Masalahnya adalah bahwa spesies yang berbeda di Bumi bukanlah contoh independen, karena mereka semua berasal dari satu kesatuan leluhur.”

“Semua kehidupan di Bumi berhubungan. Mata mungkin umum di planet yang terang seperti bumi, namun tidak di planet yang gelap. Mata mungkin umum dalam kehidupan berbasis DNA, namun tidak demikian pada kehidupan lainnya,” kata dia. (Hane)

Copy

Advertise