72 Persen Keluarga Indonesia Beli Makanan via Online

Kinipaham – Semenjak pandemi melanda dunia, gaya hidup manusia mengalami pergeseran. Jika dulu membeli makanan lebih sering dilakukan secara konvensional atau mendatangi kedainya langsung, kini semakin banyak yang memesannya melalui aplikasi online.

Bahkan, menurut data terkini yang disampaikan Grab, saat ini ada 72 persen keluarga Indonesia yang membeli makanan melalui cara baru tersebut.

Baca juga: Tips Pintar Belanja Sayur dan Buah Online saat PPKM Darurat

Disitat dari Antara, Sabtu 7 Agustus 2021, GrabFood – penyedia layanan pesan antar makanan – meluncurkan Laporan Tren Kuliner pertama yang menampilkan tren lanskap kuliner online dan insight bisnis untuk membantu para pelaku bisnis memahami kebutuhan konsumen yang terus berubah dengan lebih baik.

Grab bekerja sama dengan NielsenIQ untuk membuat laporan ini dengan melakukan survei kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan insight dari 13.000 konsumen secara regional, 14 thought-leader di industri F&B, dan data dari platform Grab.

Beberapa temuan kunci dari Laporan Tren Kuliner Grab di antaranya terdapat 54 persen dari konsumen yang mencari makanan dan resto baru melalui aplikasi pengantaran makanan.

Wanita makan ayam goreng. Foto: Freepic.
Wanita makan ayam goreng. Foto: Freepic.

Bisnis kuliner yang bergabung dengan aplikasi pengantaran makanan pada tahun 2020 ini mengalami 50 persen peningkatan total penjualan, bahkan dengan aturan pembatasan makan di tempat.

Terdapat peningkatan sebesar 32 persen di kategori makanan sehat karena konsumen semakin sadar akan pentingnya makanan bernutrisi.

Demografis konsumen menunjukkan bahwa keluarga dengan anak merupakan konsumen utama layanan pesan antar makanan online. 72 persen konsumen GrabFood kini memesan untuk keluarga dengan ukuran keranjang (basket size) yang lebih besar.

Copy

Advertise